Logo Bloomberg Technoz

Dalam sebuah pernyataan, Apple mengakui bahwa perusahaan sedang menata ulang sejumlah tim “untuk mengembangkan bisnis kami dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna.”

“Meski kami akan menciptakan posisi baru sebagai bagian dari perubahan ini, langkah tersebut juga akan berdampak pada sejumlah posisi yang saat ini ada,” kata perusahaan. “Kami berterima kasih kepada anggota tim atas kontribusi mereka dan berkomitmen untuk mendukung mereka selama masa transisi, termasuk melalui kesempatan untuk melamar posisi lain di Apple.”

Perombakan tim Siri berkaitan dengan versi asisten digital tersebut yang akan dilengkapi AI, yang dibangun menggunakan arsitektur teknis baru. Perubahan tersebut membutuhkan keahlian yang berbeda, sehingga Apple menghapus sejumlah kecil posisi yang ada, mengalokasikan kembali sumber daya, dan menciptakan posisi baru untuk mendukung Siri versi terbaru.

Perubahan pada tim Intelligent Systems Experience mencerminkan upaya Apple untuk menata ulang pengembangan berbagai kemampuan berbasis AI. Seiring semakin banyak tim menghadirkan fungsi AI ke dalam aplikasi, fitur, dan layanan, Apple menyesuaikan struktur tim dengan prioritas perusahaan sekaligus mempercepat pengembangan. Restrukturisasi tersebut akan menghapus sejumlah posisi yang ada sekaligus menciptakan posisi baru.

Perubahan pada Vision Pro dijelaskan kepada karyawan sebagai upaya untuk menyesuaikan kembali prioritas berdasarkan cara konsumen menggunakan perangkat tersebut serta mengarahkan sumber daya secara lebih efektif untuk produk-produk Apple di masa depan.

Video imersif telah menjadi salah satu daya tarik utama Vision Pro sejak diluncurkan. Namun, produksi setiap video 3D membutuhkan beberapa tim yang terdiri dari karyawan dan kontraktor Apple. Satu episode dalam serial video imersif dapat menelan biaya hingga beberapa juta dolar untuk diproduksi. Biaya tersebut membebani bisnis Vision Pro karena jumlah pengguna aktif perangkat tersebut masih terbatas.

Vision Pro dipandang sebagai produk terobosan ketika diluncurkan pada Februari 2024. Namun, desain headset yang kurang praktis dan harganya yang kini mencapai US$3.699 membuat perangkat tersebut sulit menarik minat konsumen.

Apple tidak sepenuhnya menghentikan produksi video imersif. Perusahaan berencana memproduksi lebih sedikit video secara internal, sekaligus mendorong perusahaan pihak ketiga untuk mengembangkan konten bagi perangkat tersebut. Meski Apple selama ini memiliki tim yang berfokus pada fitur gaming untuk Vision Pro, headset tersebut hanya mendapat minat terbatas dari kalangan gamer.

Perusahaan telah menyampaikan kepada karyawan bahwa Vision Pro dan sistem operasi visionOS tidak akan dihentikan. Namun, dalam jangka pendek, Apple berfokus untuk meluncurkan kacamata pintar yang tidak akan mendukung video imersif maupun gim dengan grafis canggih. Apple masih mempertimbangkan model Vision Pro baru yang dapat diluncurkan paling cepat pada akhir 2028, menurut laporan Bloomberg News.

AppleInsider sebelumnya melaporkan pada Kamis bahwa Apple memangkas sejumlah posisi di tim Vision Pro. Laporan tersebut menyebut setidaknya 60 karyawan yang terkait dengan tim Apple Vision dan posisi serupa terkena PHK. 

(bbn)

No more pages