Pada posisi top gainers diisi oleh saham PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) yang melesat 33,3%, saham PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) melejit 24,8%, dan saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) melejit 24,5%.
Pada tutup perdagangan, sejumlah Bursa Asia kompak menguat. i.a KOSPI (Korea Selatan), KOSDAQ (Korea Selatan), Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Jepang), Shenzhen Comp. (China), SETI (Thailand), TOPIX (Jepang), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), SENSEX (India), KLCI (Malaysia), dan Hang Seng (Hong Kong), yang masing–masing berhasil menguat 17,91%, 11,63%, 7,98%, 4,03%, 2,32%, 1,6%, 1,29%, 0,85%, 0,72%, 0,27%, 0,26%, dan 0,1%.
Adapun Bursa Saham Asia berhasil melaju positif senada dengan yang terjadi di Bursa Saham Amerika Serikat. Pada penutupan sebelumnya, Nasdaq Composite, S&P 500, dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) finish di zona hijau bagi ketiganya, dengan keberhasilan menguat 2,78%, 1,66%, dan 1,19%.
Cerahnya IHSG dan Bursa Saham Asia tersulut euforia dari optimisme pasar setelah tanda-tanda peningkatan arus pelayaran lalu lintas melalui Selat Hormuz mengimbangi kecemasan atas gelombang baru permusuhan dari Iran hingga Laut Hitam
Seperti dilaporkan Bloomberg News, Kpler, perusahaan intelijen pasar, mengatakan bahwa 14 kapal pengangkut komoditas melintasi jalur tersebut dalam dua arah pada Rabu setempat, meningkat dari hanya satu digit daripada minggu lalu.
Kapal Al Areesh secara terbuka meninggalkan Teluk Persia pada Kamis pagi membawa muatan gas alam cair (LNG) dari Qatar, pengiriman pertama negara itu dalam tiga minggu baru–baru ini
Para pemilik kapal dan pedagang telah memusatkan perhatian pada aktivitas maritim melalui Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah untuk mencari tanda-tanda bagaimana kapal-kapal berlayar di lingkungan keamanan yang terus berubah.
Harga minyak mentah Brent sebagai acuan global turun 2% lebih hingga sempat menyentuh US$87 per barel merespons optimisme tersebut. Sementara itu, dolar AS—yang sebelumnya menjadi aset safe haven pilihan selama konflik Timur Tengah—terpantau melemah, berdasarkan data Bloomberg yang dilihat per 17:00 WIB.
Terlebih lagi, dari dalam negeri, apresiasi rupiah menjadi sentimen positif bagi IHSG. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah terus–menerus menguat dan solid di hadapan dolar AS. Pada tutup perdagangan di pasar spot, US$1 setara dengan Rp18.000. Rupiah menguat 0,87%. Ini merupakan penguatan harian terbesar rupiah dalam seminggu perdagangan.
(fad/wep)






























