Logo Bloomberg Technoz

Insiden ini menggarisbawahi makin tingginya sensitivitas di sekitar aktivitas drone di Semenanjung Korea, di mana infiltrasi dan provokasi berulang kali telah membuat kedua belah pihak berada dalam kesiapsiagaan tinggi.

Ketegangan terkait drone makin meruncing sejak 2022, ketika Korea Utara mengirimkan lima kendaraan udara tak berawak melintasi perbatasan, termasuk satu yang terbang di dekat kantor Presiden saat itu, Yoon Suk Yeol. Korsel saat itu menahan diri untuk tidak menembaknya jatuh dengan alasan risiko terhadap warga sipil di area berpenduduk padat. Baru-baru ini, pengadilan Seoul pada bulan Juni menyatakan Yoon bersalah atas tindakan mengirim drone ke atas langit Pyongyang guna memprovokasi Korut demi membenarkan deklarasi darurat militer yang ia umumkan pada 2024.

Korsel menampung sekitar 28.500 tentara Amerika di tanah airnya, sebagian untuk menangkal agresi Korea Utara. Masih belum jelas secara pasti apa yang menyebabkan insiden terbaru ini dapat terjadi.

Kejadian ini bertepatan dengan munculnya pergesekan dalam aliansi AS-Korea Selatan atas berbagai isu mulai dari perdagangan hingga pertahanan, yang menguji hubungan antara Seoul dan Washington. Insiden tersebut juga terjadi pada hari yang sama saat duta besar baru pilihan Presiden Donald Trump untuk Korea Selatan tiba di Seoul, mengakhiri kekosongan jabatan selama 18 bulan.

Awal pekan ini, para penduduk di Pyeongtaek, sekitar 50 kilometer di selatan Seoul, juga sempat diperintahkan mengungsi setelah kebocoran fosfor putih dilaporkan terjadi di sebuah pangkalan AS. Beberapa kelompok masyarakat sipil Korsel telah menuntut dilakukannya penyelidikan atas insiden tersebut serta permintaan maaf dari militer AS.

(bbn)

No more pages