Logo Bloomberg Technoz

Koreksi dolar AS datang akibat hasil rapat bank sentral Federal Reserve. Gubernur Kevin Warsh dan sejawat mengumumkan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75% dalam rapat bulan ini.

Namun, harga emas bergerak volatil pada perdagangan kemarin. Sepertinya pelaku pasar masih mencerna hasil dari rapat The Fed dan arah kebijakan moneter ke depan.

“Reaksi terhadap hasil rapat The Fed agak variatif. Pasar masih mencoba mencerna apakah nada hawkish yang disampaikan Warsh hanya gertakan atau dia benar-benar memegang perkataannya,” kata Justin Lin, Analis di Global X ETFs, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Dalam konferensi pers usai rapat, Warsh mengemukakan bahwa The Fed berkomitmen kuat untuk menjaga stabilitas harga. Bank sentral punya berbagai instrumen untuk itu, termasuk suku bunga.

“Apabila inflasi diperkirakan masih tinggi dalam jangka waktu tertentu, maka suku bunga akan menjadi salah satu solusinya. Namun ini tidak akan berdiri sendiri,” tegas Warsh, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Emas juga berstatus sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

Karyawan melayani jual beli emas perhiasan di sebuah toko emas di Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat (19/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andran Kristianto)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana perkiraan harga emas untuk hari ini, Jumat (31/7/2026)? Apakah bisa tercipta kenaikan tiga hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 49.

RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari sudah mencapai 96. Jauh di atas 80, yang artinya sangat jenuh beli (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berisiko turun. Cermati pivot point di US$ 4.085/troy ons.

Dari situ, harga emas kemungkinan bakal menguji rentang US$ 4.075-4.070/troy ons. Support lanjutan ada di kisaran US$ 4.067-4.028/troy ons.

Target paling pesimistis ada di US$ 3.957/troy ons.

Namun kalau harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.114/troy ons rasanya bisa menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengerek harga ke level US$ 4.120-4.159/troy ons.

Target paling optimistis adalah US$ 4.244/troy ons.

(aji)

No more pages