Di sektor performa, Pixel 11 Pro disebut akan menjadi perangkat pertama yang ditenagai Tensor G6, chipset terbaru rancangan Google yang dipadukan dengan modem generasi baru.
Tensor G6 diperkirakan membawa peningkatan kemampuan pemrosesan AI dan efisiensi daya, meski performa grafisnya diperkirakan masih tertinggal dibandingkan chipset pesaing, seperti dilaporkan TechAdvisor.
Lebih jauh dijelaskan, Pixel 11 Pro kemungkinan tetap menggunakan panel LTPO OLED 6,3 inci dengan refresh rate 120Hz. Google juga dirumorkan menaikkan kapasitas penyimpanan dasar menjadi 256 GB, sementara varian Pro masih tersedia hingga 1 TB.
Untuk sektor fotografi, Android Central melaporkan Google kemungkinan tetap mempertahankan konfigurasi tiga kamera belakang. Peningkatan kamera diperkirakan lebih banyak berasal dari optimalisasi pemrosesan gambar berbasis AI melalui Tensor G6 dibandingkan perubahan besar pada sensor utama.
Meski demikian, beberapa bocoran menyebut Pixel 11 Pro justru akan membawa baterai sedikit lebih kecil dibandingkan Pixel 10 Pro. Google diperkirakan mengompensasi hal tersebut melalui efisiensi daya yang lebih baik berkat chipset baru dan optimalisasi Android 17.
Google telah mengonfirmasi akan menggelar acara Made by Google pada 12 Agustus 2026 di New York. Dalam acara tersebut, perusahaan diperkirakan memperkenalkan jajaran Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, serta Pixel 11 Pro Fold.
Hingga kini, seluruh informasi mengenai desain maupun spesifikasi Pixel 11 Pro masih bersifat rumor dan belum diumumkan secara resmi oleh Google. Namun, berbagai bocoran mengindikasikan perusahaan memilih pendekatan penyempurnaan bertahap dengan fokus pada kemampuan AI dan efisiensi perangkat ketimbang melakukan perubahan desain secara drastis.
(fik/wep)































