Sentimen positif bagi harga emas datang dari Amerika Serikat (AS). Dini hari tadi waktu Indonesia, bank sentral Federal Reserve mengumumkan mempertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Federal Funds Rate telah ditahan selama lima rapat berturut-turut. Namun keputusan dalam rapat kali ini tidak bulat.
Tiga anggota Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) berpendapat sebaiknya suku bunga acuan dinaikkan 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4%. Mereka adalah Lorie Logan (Dallas), Beth Hammack (Cleveland), dan Neel Kashkari (Minneapolis).
Gubernur The Fed Kevin Warsh pun menegaskan bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi amunisi yang sewaktu-waktu bisa digunakan.
“Jika inflasi tetap bertahan tinggi selama waktu yang kami perkirakan, maka suku bunga akan menjadi bagian dari solusinya. Namun itu tidak berdiri sendiri,” kata Warsh, seperti dikutip dari Bloomberg News.
(aji)






























