Untuk Piala Dunia Wanita 2023, FIFA menjual hak siar turnamen tersebut secara terpisah untuk pertama kalinya seiring melonjaknya minat terhadap olahraga wanita. Laporan tahunan FIFA untuk tahun tersebut menunjukkan pendapatan hak siar sekitar US$270 juta, yang mencakup kesepakatan media untuk Piala Dunia Wanita di seluruh pasar.
Harga yang dibayarkan Netflix untuk turnamen 2027, yang akan diadakan di Brasil, menjadikannya salah satu kesepakatan media terbesar berdasarkan basis tahunan untuk properti olahraga wanita. Kesepakatan 11 tahun WNBA senilai US$3,1 miliar dianggap sebagai yang terbesar, dengan nilai rata-rata sekitar US$280 juta per tahun.
Untuk Piala Dunia Pria 2026, Fox membayar sekitar US$485 juta untuk hak siar di AS.
FIFA berharap dapat melipatgandakan pendapatan untuk Piala Dunia Wanita tahun depan menjadi sekitar $1 miliar, kata Chief Football Officer FIFA, Jill Ellis, dalam sebuah episode The Deal pada bulan Juni.
Pada tahun 2023, Presiden FIFA Gianni Infantino meminta para penyiar untuk membayar harga yang layak untuk hak media Piala Dunia Wanita dan mengkritik tawaran-tawaran yang masuk karena dinilai terlalu rendah.
Infantino mengancam akan melakukan pemadaman siaran TV (blackout) di pasar-pasar Eropa pada tahun 2023 karena para penyiar menolak untuk membayar lebih. Uni Penyiaran Eropa (European Broadcasting Union) akhirnya memfinalisasi kesepakatan dengan FIFA hanya beberapa minggu sebelum turnamen dimulai.
Uni Penyiaran Eropa dan FIFA telah mencapai kesepakatan, yang mencakup 19 penyiar layanan publik, untuk menyiarkan pertandingan-pertandingan Piala Dunia Wanita 2027. Rincian finansial dari kesepakatan tersebut belum diungkapkan.
(bbn)































