Logo Bloomberg Technoz

Gelombang optimisme yang membuat saham Korea menjadi yang berkinerja terbaik di dunia pada awal tahun ini kini dengan cepat memudar. Para investor kian mempertanyakan dasar bisnis di balik investasi besar-besaran yang mengalir ke industri ini, dan juga waspada terhadap kemajuan teknologi yang ditunjukkan oleh pesaing-pesaing dari China.

Ketakutan tersebut mendorong para trader ritel untuk menjual saham Kospi senilai 2 triliun won atau US$1,4 miliar pada hari Rabu, yang nilainya lebih besar daripada arus keluar dana oleh investor asing.

“Saya baru saja mengalami masa-masa sulit,” kata Kim Beom-jin, seorang investor perorangan asal Seoul yang memiliki saham di sejumlah perusahaan Korea, termasuk Samsung Electronics Co. 

Beom-jin menambahkan bahwa teman-temannya, yang dulu selalu membicarakan pasar saham setiap hari, kini menjadi sangat diam karena penurunan pasar tersebut “membuat kami tak bisa berkata-kata.”

Saham Korea Anjlok 16% dalam Dua Hari Akibat Lonjakan Penjualan Ritel (Bloomberg)

Media sosial riuh hari ini dengan pengguna yang membagikan tangkapan layar aplikasi pialang yang menunjukkan penurunan nilai di akun mereka. 

Pada media sosial Threads, seseorang menceritakan perubahan nasib yang ekstrem minggu ini. Awalnya mencatatkan keuntungan yang sempat mencapai 600 juta won atau US$414.000 berubah menjadi kerugian sebesar 700 juta won. Pengguna lain, yang kerugiannya kini mencapai 40%, menyesali keputusan berinvestasi di saham hasil tabungan untuk pernikahannya.

“Orang-orang sepertinya hanya berlari menjauh. Sulit memahami tingkat aksi jual sebesar ini, terutama dari investor ritel. Baik secara teknis maupun emosional, ini adalah aksi jual yang irasional,” kata Yoon Joonwon, manajer dana di DS Asset Management.

Saham SK Hynix anjlok hingga 20% pada sesi perdagangan pagi, di mana pada saat itu harganya telah turun hampir 60% dari level penutupan tertinggi pada bulan Juni, setelah konferensi telekonferensi laporan keuangannya berakhir tanpa memberikan rincian yang memadai mengenai imbal hasil bagi pemegang saham dan kontrak jangka panjangnya dengan klien. 

SK Hynix menegaskan akan meningkatkan belanja modalnya menjadi setidaknya US$31 miliar setelah melaporkan lonjakan laba kuartalan hingga enam kali lipat. Sahamnya kemudian memangkas kerugian dan menutup hari dengan penurunan sebesar 9,6%.

“SK Hynix menaikkan belanja modal ke kisaran 40 triliun won bagian atas, sementara tetap bungkam mengenai imbal hasil bagi pemegang saham dan penetapan harga dalam kontrak jangka panjangnya, dan hal itu membuat para investor merasa gelisah. Mengingat bobot SK Hynix dan Samsung di indeks Kospi, tidak ada tempat untuk berlindung ketika keduanya jatuh bersamaan,” urai Josh Gilbert, analis utama untuk kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah di Etoro Ltd. 

Penurunan harga saham kedua produsen chip tersebut mencerminkan ekspektasi yang sangat tinggi terhadap pilar-pilar industri AI sekaligus kekhawatiran yang semakin meningkat bahwa perusahaan teknologi besar seperti Meta Platforms Inc. sedang menghadirkan pusat data lebih banyak daripada yang mereka butuhkan. Para investor kini menanti laporan laba Samsung Electronics pada hari Kamis dan perusahaan teknologi besar AS lainnya pada pekan ini.

Saham Korea Anjlok 16% dalam Dua Hari Akibat Lonjakan Penjualan Ritel (Bloomberg)

Aktivasi mekanisme circuit breaker 20 menit untuk indeks Kospi selama dua hari berturut-turut merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dari 15 kali pemicu tersebut terjadi sejak tahun 2000, sembilan di antaranya terjadi pada tahun ini. Indeks Kosdaq yang mencakup perusahaan-perusahaan kecil dan menengah juga mengalami penangguhan perdagangan akibat pemicu tersebut untuk sesi kedua.

Roy Lim, trader saham di Samsung Securities, mengatakan bahwa ia biasanya tidak dapat meninggalkan mejanya pada hari-hari seperti ini, dan hanya penangguhan perdagangan yang memberinya jeda beberapa menit yang langka.

“Koreksi Kospi baru-baru ini jelas merupakan salah satu periode yang paling berat. Alur gerakan pengurangan risiko di pasar terasa bahkan lebih kuat daripada yang kita saksikan selama masa sengketa tarif atau ketegangan dengan Iran.”

Perhatian pasar kini beralih ke langkah-langkah yang bisa jadi akan diambil pemerintah untuk menahan penurunan tajam ini. Pihak berwenang Korsel sempat melarang penjualan saham short secara sementara selama periode penurunan pasca-pandemi Covid-19, sebuah langkah kontroversial yang menuai reaksi keras dari manajer investasi global. Para investor mengatakan opsi yang lebih layak mungkin melibatkan dana stabilisasi pasar saham.

(bbn)

No more pages