Logo Bloomberg Technoz

Sepertinya emas mengalami tekanan jual karena sikap investor yang wait and see. Satu yang ditunggu adalah keputusan rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang hasilnya akan diumumkan pada Kamis (30/7/2026) dini hari waktu Indonesia.

Mengutip CME FedWatch, Gubernur Kevin Warsh dan kolega diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75%. Kemungkinannya adalah 69,5%.

Akan tetapi, sejatinya pasar gamang. Sebab, masih ada probabilitas 30,5% bahwa Federal Funds Rate naik 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4%. Peluangnya cukup tinggi, apalagi sudah mendekati saat pengumuman.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

(aji)

No more pages