Logo Bloomberg Technoz

Minyak mentah Brent telah merosot hingga di bawah US$84 per barel sejak kedua belah pihak menghentikan bentrokan, turun dari lebih dari US$100 pada minggu lalu menyusul eskalasi pertempuran tersebut.

“Itu adalah salah satu percakapan terbaik yang pernah saya lakukan dengan teman kita, Presiden AS Donald Trump,” kata Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah di Instagram setelah pertemuan tersebut. 

“Itu adalah pertemuan dengan kerja sama penuh, dukungan timbal balik, pemahaman mengenai tujuan bersama agar Iran tidak memiliki senjata nuklir, serta tujuan-tujuan lainnya.”

Netanyahu berada di Washington untuk menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham, seorang tokoh garis keras yang lama menentang Iran, di tengah tanda-tanda ketegangan dengan Trump terkait perang tersebut.

Para pejabat Israel berfokus pada apa yang mereka anggap sebagai ancaman eksistensial jika Teheran pada akhirnya memperoleh senjata nuklir. Meskipun Trump telah menyatakan bahwa ia tidak akan pernah membiarkan Iran mengembangkan senjata-senjata tersebut, ia bersedia menunda pembicaraan mengenai ambisi nuklir mereka, dengan fokus utamanya yang sebagian besar tertuju pada pembukaan kembali Selat Hormuz dan pelonggaran harga minyak.

Isu-isu lain juga membuat kedua pemimpin tersebut harus mengelola hubungan yang rumit, termasuk kesepakatan nuklir AS dengan Arab Saudi dan potensi penjualan jet tempur F-35 ke Turki—yang keduanya memicu kekhawatiran Israel akan terjadinya perlombaan senjata di kawasan tersebut.

Israel “sepenuhnya mendukung jalur apa pun yang dipilih presiden,” ujar juru bicara Doron Spielman kepada Bloomberg. 

“Masalah ini dapat diselesaikan dengan cara yang mudah—melalui perundingan, yang lebih disukai oleh semua orang—atau dengan cara yang sulit.”

Seorang pejabat Israel kedua mengatakan bahwa prospek penjualan F-35 oleh AS ke Turki tidak dibahas dalam pertemuan tersebut. Begitu pula dengan masa depan Pickaxe Mountain di Iran, yang dicurigai oleh AS dan Israel sebagai situs nuklir dan telah diancam akan diserang oleh Trump, kata Tzipi Hotovely kepada para wartawan.

Trump juga tidak menekan Netanyahu untuk mempercepat operasi di Gaza atau menarik pasukan dari Lebanon, ujar Hotovely.

Di kawasan tersebut, para perunding dari Iran dan Oman sedang mengusahakan kesepakatan untuk memulai kembali pelayaran besar-besaran melalui Selat Hormuz, sebuah langkah yang akan memungkinkan Iran dan AS untuk melanjutkan perundingan formal mengenai program nuklir Teheran dan mengakhiri perang mereka secara permanen, menurut orang-orang yang akrab dengan situasi tersebut yang meminta namanya tidak disebutkan karena membahas masalah yang sensitif.

Para perunding Oman dan Iran bertemu di Teheran pada akhir pekan dan diskusi masih terus berlanjut, kata sumber-sumber tersebut. Para pejabat Oman berharap dapat membuat pengumuman yang menandakan adanya kemajuan dalam beberapa hari ke depan, imbuh mereka.

Teheran belum puas dengan tawaran Oman mengenai kontrol bersama atas selat tersebut, kata seorang pejabat Iran kepada televisi pemerintah.

Pelonggaran terbaru harga minyak kemungkinan besar akan memicu penurunan biaya bensin di AS, sehingga mengurangi tekanan terhadap Trump. Harga bensin sempat melonjak selama puncak musim liburan berkendara di musim panas, yang membuat warga Amerika merasa muak terhadap upaya perang yang memang sudah tidak populer—serta Partai Republik pendukung Trump—menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) bulan November yang akan menentukan kendali atas Kongres.

Meskipun serangan-serangan telah mereda, ketegangan di kawasan tersebut tetap tinggi. Hanya sedikit kapal yang melintasi Selat Hormuz — setidaknya dengan transponder yang diaktifkan — seiring Iran yang terus memberikan ancaman terhadap kapal apa pun yang mencoba melintas tanpa izinnya.

(bbn)

No more pages