Logo Bloomberg Technoz

Bilik pendingin ini memiliki tinggi sekitar 1,75 meter dan dilengkapi kursi kecil untuk satu pengguna.

Sistem kerjanya, udara dingin dialirkan melalui ventilasi di bagian atas dan belakang, sementara pengguna dapat memilih tiga tingkat pengaturan suhu dan aliran udara sesuai kebutuhan.

Do Hiemon Box juga dirancang agar mudah dipindahkan. Perangkat dipasang di atas roda atau casters dan hanya membutuhkan sambungan listrik biasa, sehingga dapat digunakan di berbagai lokasi, mulai dari proyek konstruksi, kawasan industri, hingga acara luar ruang.

Menurut Trusco Nakayama, perangkat tersebut menawarkan konsep pendinginan seluruh tubuh, berbeda dengan jaket berkipas (fan jacket) yang selama ini umum digunakan pekerja lapangan di Jepang untuk menghadapi suhu tinggi.

Peluncuran produk ini berlangsung ketika Jepang menghadapi gelombang panas yang semakin parah.

Tahun lalu, negara tersebut mencatat rekor jumlah kasus heatstroke. Kondisi tersebut bahkan mendorong para meteorolog Jepang memperkenalkan istilah baru, kokushobi, untuk menggambarkan hari dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius atau lebih.

Pekan sebelumnya Jepang mengalami lima hari berturut-turut dengan kategori kokushobi. Kondisi tersebut menyebabkan 453 orang dilarikan ke rumah sakit di Tokyo dalam satu hari, angka tertinggi sejak pencatatan dimulai lebih dari satu dekade lalu.

Gelombang panas itu juga dilaporkan menyebabkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia di berbagai wilayah Jepang.

Meski pendingin udara menjadi salah satu cara paling umum menghadapi suhu ekstrem, Dezeen mencatat penggunaannya juga menjadi sorotan karena berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca melalui konsumsi energi dan kebocoran refrigeran.

Dalam konteks tersebut, berbagai inovasi pendinginan yang lebih efisien mulai dikembangkan untuk membantu pekerja dan masyarakat beradaptasi dengan cuaca yang semakin panas.

(fik/wep)

No more pages