Amazon sudah menghadapi beberapa tantangan regulasi, termasuk tuduhan pelanggaran antitrust dan praktik bisnis dengan indikasi menipu, yang telah dibantah oleh perusahaan. Pertanyaan baru mengenai potensi pengaruh China ini memperluas pengawasan terhadap bisnis e-commerce Amazon di luar pasar domestiknya.
Korespondensi komite dengan penjual Amazon tersebut terjadi setelah terbitnya laporan Bloomberg News mengenai pasar suap internasional yang melibatkan karyawan Amazon yang bekerja di Tiongkok yang menjual jasa kepada pedagang yang memasarkan produk di toko online perusahaan tersebut.
Jack Nekhala, seorang penemu asal Staten Island yang menciptakan produk untuk menjaga seprai tetap menempel di kasur, mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan para peneliti komite setelah artikel tersebut diterbitkan.
Nekhala telah merekam beberapa percakapan dengan seorang perantara yang menawarkan agar koneksi karyawan Amazon-nya di China memberikan bantuan kepada Nekhala sebagai imbalan atas pembayaran.
Nekhala mengatakan bahwa peneliti komite tersebut sangat tertarik pada bagaimana karyawan Amazon di China dapat memanipulasi pasar daring perusahaan tersebut.
Penjual seperti Nekhala menyumbang sekitar 60% dari produk yang dijual di Amazon. Para pedagang tersebut telah bertahun-tahun mengeluhkan penangguhan akun yang sewenang-wenang dan perlakuan tidak adil lainnya oleh Amazon, serta mengatakan sulit membuat raksasa e-commerce itu menanggapi keluhan mereka dengan serius.
Inilah sebab selama bertahun-tahun beberapa penjual berusaha menyuap orang dalam perusahaan untuk membantu mereka membatalkan penangguhan akun dan hukuman lain yang dijatuhkan oleh Amazon.
Juru bicara Amazon menolak memberikan komentar segera.
Seseorang lain yang sering bekerja sama dengan penjual Amazon mengatakan bahwa peneliti komite menghubunginya untuk meminta referensi ke pedagang lain yang dapat diwawancarai. Orang tersebut meminta agar identitasnya tidak diungkapkan karena tidak berwenang membahas urusan komite.
(bbn)































