Logo Bloomberg Technoz

Senada, saham–saham perindustrian turut menjadi pengampu, saham PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) melejit 17,7%, saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melesat 2,52%, hingga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat 2,16%.

Sementara indeks saham LQ45 yang berisikan saham-saham unggulan juga tercatat di zona hijau, dengan penguatan 2,48% di posisi 570,55.

Saham–saham LQ45 yang tercatat menguat harganya adalah saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menguat 6,85%, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melesat 6,01%, dan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil mencatat kenaikan 5,48%.

Senada, tren bullish juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melejit 4,38%, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melonjak 4,05%, dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 4,02%.

Penguatan IHSG dan sejumlah saham big caps terdorong perkembangan dari pasar global yang cukup akomodatif dalam menopang sentimen pasar untuk cenderung risk–on, biarpun nilai transaksi perdagangan saham masih terbatas.

Panin Sekuritas menyebut, harga minyak global yang turun dalam setelah proses negosiasi yang tengah berjalan antara Amerika Serikat–Iran, jadi penopang utama.

Yang kemudian menyusul dari sisi domestik, dukungan kebijakan pemerintah berlanjut, termasuk pemotongan harga LNG industri, paket stimulus Semester II–2026, dan reformasi pasar modal masih tengah berjalan menopang sentimen pasar. 

“Kami menilai arah penguatan berkelanjutan IHSG belum dapat ditopang oleh sentimen domestik yang meaningful,” terang Panin Sekuritas dalam catatan terbarunya.

(fad)

No more pages