Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, nilai impor besi dan baja dari negeri sakura tercatat sebesar US$0,7 miliar dengan kontribusi sebesar 13,47% terhadap total impor Jepang ke Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026. Impor kendaraan dan bagiannya berkontribusi sebesar US$0,67 miliar atau 12,94% dari total impor dari Jepang.

“Impor non-migas dari Australia tercatat US$5,02 miliar terutama didominasi oleh impor logam mulia dan perhiasan atau permata atau HS71 dengan share-nya 29,83% dan tumbuh sebesar 216,88 persen secara C to C-nya,” kata Ateng.

Selain logam mulia, Indonesia mengimpor serealia dari Negeri Kanguru tersebut sebesar US$0,6 miliar di sepanjang Januari hingga Mei 2026, atau mencerminkan 12,02% dari total impor dari Australia. Sementara nilai impor bahan bakar mineral dari Australia tercatat sebesar US$0,56 miliar atau berkontribusi sebesar 11,11% dari seluruh impor Australia ke RI.

(ell)

No more pages