Meskipun Meta yang merancang kacamata tersebut, mitranya, EssilorLuxottica SA—perusahaan induk Ray-Ban dan Oakley—lah yang akan memproduksinya. Logo EssilorLuxottica muncul berdampingan dengan logo Meta di bagian dalam batang kacamata dan pada kemasannya.
Desain internal ini diluncurkan menjelang debut kacamata pintar Apple Inc. yang direncanakan tahun depan. Serupa dengan Meta, produsen iPhone tersebut merancang kacamata yang akan datang itu sendiri.
Dalam sebuah wawancara, para eksekutif Meta dan EssilorLuxottica mengatakan bahwa pendekatan baru ini muncul sebagai respons terhadap keinginan akan “harga yang lebih terjangkau.”
“Kami mengamati berbagai merek bersama-sama dan mencoba mencari tahu mana yang paling masuk akal,” kata Alex Himel, yang memimpin unit perangkat wearables Meta.
“Kami tidak benar-benar menemukan satu pun, jadi akhirnya kami memutuskan, ‘Baiklah, ada Ray-Ban Meta di sini, Oakley Meta di sini, dan Meta di bagian bawah.’”
Baca Juga: Nothing, dari Smartphone Kini Mencoba Rambah Kacamata AI
Kacamata Adventurer tampak mirip dengan Wayfarers, dengan desain persegi panjang dan tepi yang tipis. Kacamata ini tersedia dalam ukuran reguler dan besar. Model Fury mirip dengan Adventurer, namun bingkainya lebih tebal.
Sementara itu, kacamata Kylie Jenner memiliki bentuk oval ramping, sesuai dengan gaya yang semakin populer di kalangan kaum hawa. Meta menawarkan beberapa pilihan warna, termasuk tortoise, hitam, dan hijau, serta lensa transisi, terpolarisasi, dan bening. Kacamata baru ini juga kompatibel dengan lensa resep.
Fitur perangkat keras dan perangkat lunaknya sebagian besar selaras dengan kacamata pintar tanpa layar Meta lainnya. Satu pengecualian adalah pilihan baru untuk menyesuaikan lebar bantalan hidung ke tiga tingkat berbeda dengan membuka dan menutup bantalan pada kacamata secara manual.
Perusahaan induk Instagram dan Facebook ini belum lama ini juga meluncurkan Muse Spark, model AI baru perusahaan, dan fungsionalitas tersebut sudah disertakan secara default pada model-model baru ini.
Meta juga mengisyaratkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan versi kacamata tanpa kamera, yang berfokus pada pengalaman audio saja untuk panggilan telepon, pemutaran media, dan interaksi dengan alat AI-nya.
Raksasa di balik Facebook tersebut tidak memberikan komentar mengenai kapan kacamata tersebut akan dirilis atau bagaimana mereknya, tetapi mengatakan bahwa ada konsumen yang sebagian besar menggunakan fitur berbasis mikrofon dan audio. Pilihan tanpa kamera dapat menurunkan harga sekaligus memungkinkan desain baru, kata Meta, mengingat kebutuhan untuk menggunakan lebih sedikit komponen.
“Semakin besar pasarnya, semakin kita mampu menawarkan sesuatu yang berbeda bagi lebih banyak orang,” kata Himel. Perusahaan telah mengeksplorasi alat pengenalan wajah untuk kacamata mereka, walau tool tersebut saat ini tidak sedang dalam tahap pengembangan aktif karena Meta masih mengkaji implikasi privasi dan sosialnya, menurut Himel.
Idealnya,, kacamata Meta dapat menyebutkan nama orang-orang yang dikenal pengguna, serta mereka yang ingin diidentifikasi oleh pemakainya — seperti keluarga, teman, dan rekan kerja. Himel selanjutnya menyinggung tentang lanskap kacamata pintar yang semakin luas, dan menyebut Apple sebagai “pesaing yang tangguh.”
“Saya pikir Anda perlu menanggapi apa pun yang mereka lakukan. Mereka ahli dalam perangkat hardware, mereka ahli dalam desain,” tutur dia.
Namun, Himel mengkritik perusahaan produsen iPhone tersebut karena menutup akses sistem operasi iOS sehingga kacamata pintar Meta tidak memiliki konektivitas penuh ke iPhone seperti halnya kacamata Apple.
“Ada sejumlah hal di mana kami belum tentu bisa menghadirkan pengalaman konsumen dengan kualitas yang sama saat dipasangkan dengan ponsel, dan karena itu saya rasa mereka memanfaatkan hal tersebut.”
Strategi Meta selanjutnya adalah memperluas jangkauan ke lebih banyak model dan merek bersama mitranya dan — pada akhirnya — terjun ke kacamata augmented reality. Meta telah memamerkan prototipe kacamata AR dua tahun lalu dan dapat meluncurkan versi untuk konsumen paling cepat tahun depan, demikian dilaporkan Bloomberg News.
(bbn)
































