Selain itu, kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sejak Mei telah bertambah 100 basis poin (bps) menjadi 5,75%, juga ikut mendorong kenaikan yield SUN ke level yang lebih menarik.
Meski begitu, sejatinya pasar juga belum sepenuhnya terbebas dari tekanan. Dolar AS masih bertahan kuat, di tengah The Fed yang masih mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Setelah menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%, bahkan The Fed diproyeksikan akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali tahun ini.
Berkaca pada lelang SUN sebelumnya pada 9 Juni, total penawaran yang masuk Rp46,7 triliun dengan nilai yang dimenangkan Rp26,35 triliun, di bawah target indikatif. Bid-to-cover ratio tercatat 1,77 kali, masih menggambarkan bahwa investor memiliki minat yang relatif kuat di tengah tekanan eksternal.
Dengan kondisi tersebut, lelang SUN kali ini berpeluang mencerminkan membaiknya kepercayaan investor terhadap pasar obligasi domestik. Selama sentimen global tidak kembali memburuk, dan rupiah dapat dijaga di rentang Rp17.750-Rp17.900/US$, pemerintah setidaknya punya peluang untuk menyerap dana lebih tinggi daripada lelang sebelumnya.
Berikut daftar seri SUN yang ditawarkan pada lelang hari ini:
- SPN01260725 (Penerbitan baru), tenor 1 bulan, jatuh tempo 25 Juli 2026
- SPN03260923 (Penerbitan baru), tenor 3 bulan, jatuh tempo 23 September 2026
- SPN12270610 (reopening), tenor 1 tahun, jatuh tempo 10 Juni 2027
- FR0109 (Reopening), jatuh tempo 15 Maret 2031, yield 5,87%, yield lelang sebelumnya 7,42%
- FR0108 (Reopening), jatuh tempo 15 April 2036, yield 6,5%, yield lelang sebelumnya 7,39%
- FR0106 (Reopening), jatuh tempo 15 Agustus 2040, yield 7,12%, yield lelang sebelumnya 7,4%
- FR0107 (Reopening), jatuh tempo 15 Agustus 2045, yield 7,12%, yield lelang sebelumnya 7,39%.
- FR0102 (Reopening), jatuh tempo 15 Juli 2054, yield 6,87%, yield lelang sebelumnya 7,37%
- FR0105 (Reopening), jatuh tempo 15 Juli 2064, yield 6,87%, yield lelang sebelumnya 7,38%
(dsp/aji)































