Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, Selasa (23/6/2026), mengutip BRI Danareksa Sekuritas, sikap wait and see investor menjelang pengumuman MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026, jadi sentimen.
Selain itu, pasar juga merespons sejumlah ketidakpastian terkait implementasi UU P2SK, termasuk wacana demutualisasi BEI yang berpotensi mengubah struktur kepemilikan dan tata kelola Bursa ke depan.
Fokus pasar hari ini utamanya tertuju pada hasil MSCI Annual Market Classification Review. Investor juga akan mencermati rilis M2 Money Supply Indonesia serta perkembangan review peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global.
“Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan terbatas. Selama bertahan di atas area support 6.070–5.930, peluang rebound masih terbuka dengan target resistance 6.300–6.350,” papar BRI Danareksa.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah OASA, MDKA, dan INDY.
Senada, menyitir Phintraco Sekuritas, investor cenderung menunggu, menjelang pengumuman MSCI mengenai Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026, untuk memastikan apakah Indonesia masih di kelas Emerging Markets.
“Investor juga menantikan hasil review S&P Global Standards terhadap peringkat Indonesia,” analisis Phintraco pagi hari ini, Selasa.
Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah MA5, namun masih di atas level MA10 dan MA20. Histogram MACD masih berada di area positif, namun Stochastic RSI melanjutkan pembalikan arah ke area pivot.
Sehingga jika IHSG ditutup di bawah level 6.100, maka berpeluang akan menguji level psikologis di 6.000. Namun jika masih bertahan ditutup di atas level 6.100, diprediksi konsolidasi IHSG masih akan berlanjut di kisaran 6.050–6.220.
“Beberapa ketentuan dalam UU no.4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU no.4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menimbulkan ketidakpastian bagi investor,” papar Phintraco.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran investor akan masalah independensi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ITMG, NCKL, AKRA, JSMR, dan ADRO.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya mayoritas Bursa Wall Street, berlanjutnya aksi jual investor asing dan tertekannya nilai tukar rupiah serta sikap hati-hati investor menunggu pengumuman MSCI diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu naiknya harga beberapa komoditas berpeluang menjadi sentimen positif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.015–5.915 dan resistance 6.218–6.320,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham AADI, ADRO, LSIP, SIMP, HMSP, dan HRUM.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG lanjut melemah, disebabkan oleh melemahnya sebagian besar komoditas dan rupiah, masih derasnya outflow dana asing, serta antisipasi pengumuman MSCI di 24 Juni.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INDY, AADI, dan MEDC.
(fad)































