Logo Bloomberg Technoz

Hizbullah Ancam Balas Setiap Pelanggaran Gencatan Senjata Israel

Redaksi
22 June 2026 08:00

Pemimpin baru Hizbullah Naim Qassem (Bloomberg)
Pemimpin baru Hizbullah Naim Qassem (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan bahwa Israel tidak boleh melanjutkan operasi militernya di Lebanon. Pernyataan ini keluar sebagai respons langsung setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pasukannya akan tetap berada di Lebanon "selama diperlukan."

“Israel tidak akan bisa bertahan di Lebanon, bahkan jika mereka terus meningkatkan intensitas kejahatannya. Dan kami akan terus mempertahankan diri,” tegas Qassem dalam pidato resminya melalui saluran televisi Al-Manar pada Minggu (21/6).

Meskipun nota kesepahaman (MoU) yang dicapai oleh Iran dan Amerika Serikat telah menggarisbawahi penghentian permusuhan di Lebanon, pertempuran di lapangan nyatanya masih terus berlangsung seiring bentrokan yang kembali melibatkan pasukan Israel dan Hizbullah.


Qassem menggarisbawahi bahwa kelompok yang didukung oleh Iran tersebut akan membalas setiap tindakan yang mereka anggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

“Gencatan senjata apa pun di bawah payung penghentian agresi secara menyeluruh—kami sudah berkomitmen terhadap hal itu. Namun, kami tidak akan menoleransi pelanggaran sekecil apa pun. Setiap pelanggaran akan kami hadapi. Setiap pelanggaran akan kami lawan. Dan setiap pelanggaran akan kami tangani dengan cara yang kami anggap tepat,” cetus Qassem secara terbuka.