“Kami memiliki data yang telah kami integrasikan ke dalam layanan dan pengalaman kami yang membuat perbedaan.”
Penerbangan langsung terpanjang saat ini sekitar 19 jam dari Singapura ke New York, yang dioperasikan oleh Singapore Airlines. Pesawat khusus Qantas dapat terbang tiga jam lebih lama dari itu, dibantu oleh tangki bahan bakar tambahan dan kabin yang dikonfigurasi khusus dengan kapasitas lebih kecil daripada A350-1000 standar, pesawat terbesar Airbus.
Pencahayaan interior akan diprogram untuk mengatur siklus tidur — meniru matahari terbenam dan terbit; makanan disajikan berdasarkan zona waktu tujuan; dan penumpang akan dipandu melalui rutinitas peregangan dan gerakan yang dirancang dengan konsultasi bersama para ilmuwan tidur dari Universitas Sydney.
Upaya ini merupakan puncak dari Proyek Sunrise, yang dimulai pada tahun 2017 ketika Qantas menantang Airbus dan Boeing Co. untuk membuat jet yang mampu menempuh jarak jauh tanpa transit. Letak Australia yang terpencil telah lama menjadikannya salah satu pasar penerbangan yang paling sulit untuk dihubungkan langsung dengan Eropa atau AS.
Selama beberapa dekade, para pelancong menerima bahwa penerbangan antara London dan bagian timur benua itu merupakan perjalanan dua tahap. Layanan Qantas saat ini ke London transit di Singapura dan memakan waktu sekitar 23 jam.
Kemajuan dalam efisiensi pesawat mengubah persamaan tersebut. Airbus memodifikasi A350-1000 sehingga dapat terbang sekitar 17.000 kilometer (10.563 mil) antara Sydney dan London. Pesawat ini pada akhirnya akan digunakan untuk layanan ke New York.
Upaya maskapai untuk penerbangan jarak sangat jauh melibatkan lebih dari sekadar rekayasa. Selama serangkaian penerbangan penelitian, Qantas membawa para ilmuwan, pengamat, dan sukarelawan untuk memantau segala hal mulai dari kualitas tidur dan tingkat hidrasi hingga waktu reaksi dan kewaspadaan.
“Ini bukan sesuatu yang baru saja kami mulai,” kata Hudson.
Temuan tersebut membantu membentuk desain kabin. Zona kesehatan, yang terletak di antara kabin ekonomi premium dan ekonomi, mencakup palang penyangga, tampilan panduan olahraga, dan ruang bagi hingga delapan penumpang untuk bergerak.
Janji perjalanan tanpa henti berarti Qantas dapat mengenakan biaya sekitar 20% lebih tinggi. Kapasitasnya sekitar 238 kursi, jauh lebih sedikit daripada A350-1000 konvensional. Maskapai yang berbasis di Sydney ini telah memesan 12 model jarak ultra jauh, dengan pengiriman selesai pada tahun 2029.
Sekitar 40% kursi dialokasikan untuk kabin premium, termasuk enam suite kelas satu, 52 kursi bisnis, dan 40 kursi ekonomi premium.
(bbn)

























