Logo Bloomberg Technoz

"Seluruh upaya investigasi tersebut menghasilkan kesimpulan yang sama, yakni industri film dan televisi sangat dinamis dan transaksi yang diusulkan tidak mungkin merugikan persaingan maupun konsumen Amerika," kata DOJ dalam pernyataannya.

Persetujuan dari Departemen Kehakiman sebenarnya telah diperkirakan sebelumnya. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, lembaga tersebut belum pernah berupaya memblokir transaksi besar dan lebih memilih penyelesaian melalui kesepakatan atau mengizinkan merger berjalan tanpa syarat.

Kepala Paramount David Ellison diketahui bertemu dengan sejumlah pejabat senior antimonopoli, termasuk Pelaksana Tugas Asisten Jaksa Agung Bidang Antimonopoli Omeed Assefi, bulan lalu untuk membahas transaksi tersebut.

David Ellison merupakan putra pendiri Oracle Corp., Larry Ellison, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Trump.

Dalam pertemuan tersebut, para eksekutif dan penasihat hukum perusahaan berargumen bahwa merger akan menguntungkan industri hiburan Hollywood serta memperkuat daya saing perusahaan gabungan menghadapi dominasi platform streaming seperti Netflix Inc., Prime Video milik Amazon.com Inc., dan YouTube milik Alphabet Inc.

Raksasa Baru Hollywood

Jika transaksi rampung, Warner Bros. dan Paramount akan membentuk salah satu perusahaan media terbesar di dunia.

Penggabungan tersebut akan menyatukan dua studio film besar Hollywood, dua jaringan berita utama yakni CNN dan CBS, dua layanan streaming pesaing HBO dan Paramount+, serta puluhan jaringan televisi kabel.

Paramount memenangkan persaingan panjang melawan Netflix untuk mengakuisisi Warner Bros.

Perusahaan menyambut positif keputusan DOJ.

"Transaksi ini bersifat pro-persaingan dan akan menghasilkan perusahaan yang lebih kuat untuk bersaing melawan platform teknologi dominan dalam industri yang semakin ditentukan oleh persaingan ketat memperebutkan penonton, talenta, teknologi, dan investasi," kata Paramount dalam pernyataannya.

Perusahaan menambahkan pihaknya kini fokus menyelesaikan transaksi secepat mungkin agar manfaatnya dapat dirasakan konsumen, kreator, dan industri hiburan secara keseluruhan.

Namun merger tersebut menghadapi penolakan kuat dari kalangan Demokrat di Washington serta sebagian besar pelaku industri hiburan Hollywood.

Aktor, sutradara, produser, dan penulis naskah menilai penggabungan dua raksasa media itu berpotensi mengurangi lapangan pekerjaan, meningkatkan biaya produksi, serta mempersempit pilihan tayangan bagi penonton.

DOJ menolak argumen tersebut. Menurut lembaga itu, merger tidak akan mengurangi peluang bagi penulis maupun pekerja kreatif lainnya karena permintaan terhadap tenaga kerja kreatif akan tetap sejalan dengan insentif perusahaan untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan produksi konten.

(bbn)

No more pages