Saran itu disampaikan Andry Hakim terkait dengan perhatian investor belakangan pada risiko defisit fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta tata kelola kebijakan yang dianggap makin berisiko di Indonesia.
Selain IPO MBG, Andry Hakim juga menyarankan, program skala besar lainnya seperti Koperasi Desa Merah Putih untuk menerapkan tata kelola yang lebih profesional.
Misalkan, dia menyarankan, perusahaan bisa mengakuisisi saham perusahaan ritel modern untuk menyalurkan produk UMKM secara efisien.
“Merger dan sinergi Kopdes dengan perusahaan retail yang sudah ada sehingga efisiensi cost, efektif penyebarannya dan profesional,” tuturnya.
Dia berharap beberapa usulan itu bisa memperbaiki kepercayaan investor asing terhadap tata kelola kebijakan strategis di Indonesia.
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan melorot 37,5% secara year-to-date dengan posisi net forein outflow di pasar reguler mencapai Rp72,8 triliun sampai penutupan perdagangan kemarin.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia menjelaskan, kekhawatiran seputar tata kelola dan kredibilitas kebijakan pemerintah makin meningkat, seiring langkah lembaga pemeringkat global, Fitch dan Moody's merevisi outlook Indonesia menjadi negatif.
Langkah keduanya kemudian memunculkan spekulasi di kalangan pelaku pasar jika S&P akan mengambil langkah serupa.
"Yang menjadi masalah utama bukanlah pertumbuhan ekonomi itu sendiri, melainkan kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai kualitas kelembagaan, kepastian kebijakan, dan konsistensi pengambilan keputusan," jelas Liza.
Kendati demikian, Indeks komposit dianggap telah memasuki fase jenuh jual atau extremly oversold secara teknikal kendati fase downtrend masih terlihat.
Technical Analyst dari BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan IHSG belakangan minim katalis positif yang membuat kemungkinan indeks bergerak terbatas. Sementara itu, risiko depresiasi rupiah masih berlanjut yang dapat menekan indeks komposit belakangan.
“Minimnya katalis positif dan ketidakpastian yang terjadi membuat IHSG bergerak terbatas,” kata Reza dikutip Jumat (5/6/2026).
(naw)


























