Logo Bloomberg Technoz

Iran pada Minggu mengatakan sedang meninjau respons AS terhadap rencana 14 poin terbarunya, lapor televisi Iran dengan mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri.

Dalam mengumumkan langkah terbaru terkait Hormuz, Trump mengatakan kapal-kapal yang akan dibantu dalam program ini — yang ia sebut “Project Freedom” — memiliki awak dalam jumlah besar yang mulai kehabisan makanan dan kebutuhan lainnya saat menunggu jalur aman melalui selat tersebut. Ia mengatakan beberapa negara telah meminta bantuan AS untuk membebaskan kapal mereka.

“Dalam semua kasus, mereka mengatakan tidak akan kembali sampai wilayah tersebut aman untuk pelayaran, dan hal lainnya,” tulis Trump.

Ratusan kapal tanker, kapal curah, dan kapal kargo masih terkatung-katung di Teluk, dan negara-negara di kawasan tersebut telah menutup sebagian besar produksi minyak karena tidak ada lagi tempat untuk menyimpan pasokan baru.

Harga energi melonjak akibat terhambatnya Selat Hormuz, jalur perairan di selatan Iran yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan gas alam cair. Hal ini memicu kekhawatiran di Gedung Putih bahwa Partai Republik dapat mengalami kekalahan besar dalam pemilu paruh waktu November mendatang, ketika warga AS menghadapi harga bensin yang tinggi.

Selat Hormuz tetap menjadi pusat kebuntuan. Setelah Iran secara efektif menutup selat tersebut, AS memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan republik Islam itu, dengan tujuan menekan ekonominya dan menghentikan ekspor minyak.

(bbn)

No more pages