Selain itu, kualitas pengasuh menjadi faktor tak kalah penting. Fitri menyarankan agar orang tua memperhatikan rasio pengasuh dan anak, serta memastikan pengasuh memiliki latar belakang pendidikan yang relevan, seperti PAUD atau psikologi anak, serta telah melalui proses pemeriksaan latar belakang.
“Attitude pengasuh juga penting, harus sabar, komunikatif, dan tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujarnya dalam diskusi virtual IDAI, Rabu (29/4).
Dalam aspek stimulasi dan rutinitas, daycare yang baik seharusnya memiliki jadwal harian yang jelas, mulai dari waktu bermain, kegiatan terstruktur, makan, hingga istirahat.
Ketersediaan mainan edukatif sesuai usia juga menjadi indikator penting, bukan sekadar penggunaan gawai atau televisi.
Komunikasi antara pengasuh dan orang tua juga perlu berjalan rutin, baik melalui laporan harian maupun aplikasi, agar perkembangan anak dapat terus dipantau.
Sementara itu, aspek kesehatan dan gizi tidak kalah penting. Daycare harus menyediakan makanan bergizi, memiliki prosedur saat anak sakit, serta memastikan tenaga pengasuh memahami dasar penanganan kesehatan anak, termasuk kebersihan dan keselamatan.
Di sisi lain, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Arifah Fauzi mengungkapkan masih banyak persoalan dalam layanan daycare di Indonesia. Data terbaru menunjukkan sekitar 44% daycare belum memiliki izin atau legalitas yang jelas.
“Dari sisi tata kelola, tantangan juga terlihat signifikan. Sekitar 20% daycare belum memiliki SOP, sementara 66,7% sumber daya manusia pengelola belum tersertifikasi,” ujar Arifah.
Ia menambahkan, hanya sebagian kecil daycare yang memiliki izin operasional maupun badan hukum, yang mencerminkan masih lemahnya aspek legalitas dalam penyelenggaraan layanan pengasuhan anak.
Kemen PPPA pun mendorong penerapan program Taman Asuh Ramah Anak (TARA) sesuai regulasi terbaru untuk memastikan layanan daycare memenuhi standar perlindungan anak, termasuk dari sisi kualitas pengasuhan dan sistem pengawasan.
Dengan kondisi tersebut, IDAI mengingatkan orang tua untuk lebih selektif dalam memilih daycare. Lingkungan yang aman, pengasuh yang kompeten, serta sistem yang transparan menjadi kunci agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa risiko kekerasan maupun penelantaran.
(dec)























