Dengan proyeksi tersebut, Danareksa akan langsung mendekati skala Manulife Aset Manajemen Indonesia yang hingga akhir 2025 mencatat dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp124,3 triliun, sekaligus menempatkannya sebagai penantang utama di industri.
Meski demikian, Dony menegaskan pemerintah tidak berhenti pada posisi tersebut. Danareksa diproyeksikan terus diperkuat untuk mengejar posisi puncak industri. “Nanti kita berupaya untuk nomor satu,” ujarnya.
Transformasi ini dilakukan seiring perubahan peran Danareksa yang tidak lagi menjadi holding dengan berbagai lini usaha, melainkan difokuskan sebagai perusahaan pengelola investasi. Untuk itu, seluruh anak usaha yang tidak relevan tengah dikeluarkan dari struktur perusahaan.
Menurut Dony, langkah tersebut diperlukan agar model bisnis Danareksa menjadi lebih jelas dan terfokus. “Sekarang susah mengidentifikasi bisnis modelnya, karena gado-gado. Ada karya, jasa keuangan, industrial estate, sampai clearing house. Ini kita pilah satu-satu,” kata dia.
Proses penataan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat, sehingga Danareksa dapat sepenuhnya beroperasi sebagai manajer investasi terintegrasi yang menjadi tulang punggung pengelolaan dana BUMN.
(fik/dhf)



























