Logo Bloomberg Technoz

Perempuan Berdaya Bersama BRI Kembangkan Pertanian Urban


(Dok. BRI)
(Dok. BRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah padatnya kawasan perkotaan, pemanfaatan lahan terbengkalai menjadi ruang hijau produktif kini semakin relevan. Urban farming hadir sebagai solusi nyata untuk menghidupkan kembali lahan tidak terpakai sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat kota.

Inisiatif ini dijalankan oleh Kelompok Tani Buaran Citra Lestari yang berada di RT 09/RW 13 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Lahan milik pemerintah daerah seluas sekitar 1.500 meter persegi yang sebelumnya terbengkalai kini disulap menjadi kawasan pertanian urban berbasis hidroponik.

Tidak hanya menghadirkan ruang hijau, kawasan ini juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga sekitar. Aktivitas pertanian yang dilakukan mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Ketua Kelompok Tani Buaran Citra Lestari, Lydwina yang akrab disapa Ina, menjelaskan bahwa awal mula urban farming ini berasal dari keinginan warga untuk memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif.

"Pada saat itu urban farming di kota sedang ramai. Akhirnya, di tahun 2021 mulai dibangun secara bertahap fasilitas yang terkait. Pertama kita bikin kolam ikan dulu, ada yang bioflok, ada yang konvensional. Lalu ada ruang hidroponiknya juga, hingga akhirnya diresmikan pada Desember 2022," ungkapnya.

Seiring luasnya area yang dikelola, warga kemudian membentuk beberapa kelompok tani. Salah satunya adalah Buaran Citra Lestari yang kini aktif mengelola berbagai kegiatan pertanian di lokasi tersebut.

(Dok. BRI)

Perkembangan kelompok ini terbilang pesat. Berbagai komoditas dibudidayakan, mulai dari bayam, pakcoy, kangkung, tomat, seledri, kacang panjang, hingga cabai rawit. Selain itu, mereka juga mengembangkan budidaya ikan lele dan nila menggunakan sistem bioflok.

Tidak hanya berhenti pada hasil panen segar, kelompok ini juga mengolah produk turunan. Salah satu produk yang cukup dikenal adalah teh bunga telang yang dihasilkan langsung oleh anggota kelompok.

Seluruh hasil panen dan produk olahan dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Keuntungan yang diperoleh kemudian digunakan kembali untuk mendukung operasional serta pengembangan urban farming tersebut.

Dukungan BRInita Perkuat Kapasitas dan Dampak

Perkembangan urban farming ini semakin signifikan setelah mendapatkan dukungan dari program BRI Peduli melalui BRInita atau BRI Bertani di Kota. Program ini memberikan dorongan nyata dalam bentuk sarana, pelatihan, serta pendampingan.

"Tahun 2025 lalu kita mendapatkan dukungan juga dari program BRInita. Jadi kita dapat bantuan greenhouse dan ruang untuk pengelolaan maggot. Selain itu, kami juga mendapatkan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan hidroponik, pelatihan pengolahan ikan lele, pelatihan pengolahan makanan dan minuman juga," imbuhnya.

Memasuki 2026, dukungan tersebut terus berlanjut. Berbagai pelatihan diberikan untuk meningkatkan kapasitas anggota, mulai dari budidaya anggur, pengolahan pascapanen, hingga pembuatan kerajinan ecoprint dan strategi pemasaran produk.

Selain peningkatan keterampilan, bantuan juga mencakup sarana dan prasarana. Di antaranya renovasi ruang anggur, pembaruan fasilitas kawasan, pemberian benih ikan, media tanam, hingga kemasan produk untuk mendukung hasil olahan.

Bagi Ina, keberadaan greenhouse menjadi salah satu manfaat paling terasa. Fasilitas tersebut membantu meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan produksi.

Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, urban farming ini juga menjadi ruang sosial bagi para anggotanya. Sebagian besar anggota merupakan pensiunan yang kini dapat mengisi waktu dengan kegiatan produktif.

"Kalau sisi positif yang benar-benar dirasakan, kebanyakan anggota kita kan pensiunan, jadi bisa menyalurkan hobi. Kita bisa lebih produktif mengisi waktu kosong, hasilnya juga benar-benar bermanfaat. Kita juga lebih sehat karena pagi-pagi sudah melihat yang hijau-hijau dan berkegiatan di lahan," ungkapnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa BRI melalui program CSR BRI Peduli turut mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan melalui program BRInita.

(Dok. BRI)

Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan fisik seperti greenhouse, tetapi juga mendorong penerapan berbagai metode urban farming seperti vertikultur, hidroponik, dan wall gardening.

Selain itu, BRI juga memberikan pendampingan melalui pelatihan dan monitoring. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari hasil pertanian.

“Program ini diharapkan dapat mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran lebih besar tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga berkarya di lingkungan sosial dan masyarakat luas sesuai dengan semangat Kartini yaitu semangat untuk terus maju, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan menjadikan perempuan sebagai pusat dari perubahan yang bermakna,” tegas Dhanny.

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah menjangkau 40 kelompok di berbagai wilayah. Sebanyak 1.351 individu telah terlibat dalam program ini, menunjukkan dampak sosial yang luas.

Kontribusi program ini juga terlihat dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, khususnya bagi perempuan. Selain itu, dampak lingkungan juga signifikan melalui produksi tanaman, pupuk organik, serta pengurangan emisi.

Keberhasilan Buaran Citra Lestari menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan dukungan program dapat mengubah lahan terbengkalai menjadi sumber produktivitas dan kesejahteraan.