Logo Bloomberg Technoz

Laporan komitmen trader dari LME menunjukkan bahwa spekulan berada pada level optimisme tertinggi terhadap tembaga dalam dua bulan terakhir, sementara posisi net long pada seng naik untuk minggu kedua berturut-turut

Pergerakan rebound komoditas tembag di pasar LME.

Aluminium adalah satu-satunya logam yang harganya turun di LME pada hari Rabu, sehingga memangkas kenaikan harganya sejak perang dimulai menjadi 3,5%. Timur Tengah menyumbang sekitar 9% dari kapasitas produksi logam ringan ini, dan penutupan efektif Selat Hormuz telah menghambat pengiriman. 

Goldman Sachs Group Inc. menaikkan perkiraan harga kuartal kedua menjadi US$3.200 per ton dari US$3.100. Sachs menyatakan dalam sebuah catatan bahwa gangguan pasokan akan sebagian diimbangi oleh melemahnya permintaan global.

“Kami memperkirakan ketatnya pasokan di pasar akan terkonsentrasi dalam tiga bulan ke depan,” kata para analis, dengan defisit pasokan terbesar sejak 2019 pada kuartal kedua yang menempatkan batas bawah harga sekitar US$3.000 per ton.

Tembaga naik dan ditutup pada US$12.321,50 per ton di LME. Nikel naik 2,3%, sementara aluminium turun 0,6% menjadi US$3.242,50. Bijih besi turun 1,7% menjadi US$104,75 per ton di Singapura.

3 Harta Karun Tembaga Baru di RI (Bloomberg Technoz/Asfahan)

(bbn)

No more pages