Sentimen perumahan juga semakin melemah. Indeks yang melacak ekspektasi harga rumah merosot 12 poin menjadi 96, level terendah sejak Maret 2024, karena biaya pinjaman yang lebih tinggi dan peningkatan yang diantisipasi dalam daftar properti setelah berakhirnya keringanan pajak untuk pemilik rumah multi-unit membebani prospek.
Penurunan ini menggarisbawahi betapa cepatnya guncangan eksternal dapat merusak sentimen dalam ekonomi yang baru-baru ini menunjukkan ketahanan, didukung oleh ekspor semikonduktor yang kuat dan pasar ekuitas yang menggembirakan.
Meskipun demikian, dengan indeks utama tetap di atas 100, data tersebut menunjukkan sentimen konsumen belum sepenuhnya pesimis, sehingga memberi ruang bagi para pembuat kebijakan untuk memantau risiko yang akan datang daripada langsung merespons.
Data tersebut menambah tantangan yang semakin besar bagi Bank Sentral Korea, yang akan mendapatkan kepala baru bulan depan. Bank tersebut mempertahankan suku bunga acuannya di 2,5%, menyeimbangkan permintaan domestik yang masih rapuh dengan meningkatnya risiko inflasi dari harga energi dan volatilitas mata uang. Keputusan kebijakan selanjutnya akan diambil pada 10 April.
(bbn)

























