Logo Bloomberg Technoz

Keempat, sebesar 40.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Plumpang pada 15—17 April 2026.

Kelima, sebesar 20.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Tanjung Uban pada 18—20 April 2026.

"Penawaran jatuh tempo 24 Maret, pukul 10 pagi waktu Jakarta, berlaku hingga pukul 6 sore hari berikutnya," sebagaimana tertulis dalam laporan Bloomberg.

Sebelumnya, hal serupa juga dilakukan oleh perusahaan energi pelat merah tersebut.

Pada awal Maret 2026, Pertamina terpantau sedang melakukan pengadaan atau tender bahan bakar minyak (BBM) berupa dua kargo solar dengan sulfur 0,25% masing-masing sebesar 200.000 barel dan dua kargo bensin RON 98 masing-masing berukuran 35.000 barel.

Saat dimintai konfirmasi ihwal pemesanan solar dan bensin RON 98 tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun membenarkan Pertamina tengah melakukan pemesanan BBM melalui mekanisme tender reguler.

"Ini info yang saya dapat adalah tender reguler, sehingga menyesuaikan dan mengacu dengan prosedur dan tahapan yang ada. Sesuai aturan tender dan pengadaan," ujarnya, Senin (9/3/2026).

Untuk diketahui, pasar energi telah dilanda kekacauan sejak AS dan Israel melancarkan perang pada akhir Februari, dengan Iran hampir sepenuhnya memblokir Selat Hormuz yang vital, jalur transit untuk sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Empat dari enam fluktuasi terbesar yang pernah terlihat pada harga berjangka Brent terjadi sejak konflik dimulai.

Badan Energi Internasional (IEA) menggambarkan krisis saat ini sebagai gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Berbicara di konferensi CERAWeek oleh S&P Global di Houston, Marcel van Poecke, ketua energi Carlyle, mengatakan gangguan saat ini di Timur Tengah dan Selat Hormuz tidak seperti apa pun yang pernah ia lihat sepanjang kariernya.

“Kita belum pernah berada dalam krisis seperti ini, yang memiliki begitu banyak dampak jangka panjang,” katanya.

Namun, harga minyak turun tajam pada Senin, kembali mencatatkan salah satu fluktuasi harga terbesar dalam sejarah, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia menunda serangan terhadap pembangkit listrik Iran dan sedang bernegosiasi untuk mengakhiri perang.

Brent untuk pengiriman Mei naik 3,8% menjadi US$103,71/barel pada pukul 13.17 di Singapura hari ini. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 4% menjadi US$91,65/barel.

(dov/wdh)

No more pages