Jika NASA mengurangi peran utama SLS, roket tersebut masih akan digunakan untuk meluncurkan Orion ke orbit Bumi, tambah sumber.
“NASA berkomitmen menggunakan arsitektur SLS setidaknya hingga Artemis V, yang diperlukan untuk mendukung kedua penyedia HLS dan rencana percepatan mereka untuk mengembalikan astronot Amerika ke Bulan,” kata Isaacman dalam pernyataan resmi.
“Kami sangat mendukung kedua penyedia HLS dan rencana mereka untuk mempercepat langkah Amerika kembali ke Bulan,” tambahnya.
Perwakilan Boeing, SpaceX, dan Blue Origin belum memberikan komentar.
“Orion adalah satu-satunya kendaraan yang mampu membawa astronot kembali dari Bulan, dan sangat penting bagi program Artemis,” kata juru bicara Lockheed. “Kami tengah merakit pesawat untuk Artemis III, IV, dan V — semuanya bersifat multiguna dan dapat menyesuaikan dengan misi NASA yang terus berkembang.”
Pertimbangan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mempercepat program Artemis guna mengirim manusia kembali ke Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad pada 2028 — sebuah upaya yang selama bertahun-tahun terhambat oleh penundaan dan pembengkakan biaya.
NASA juga mempertimbangkan alternatif pendaratan astronot dari SpaceX dan Blue Origin, yang didirikan oleh Jeff Bezos. Kedua perusahaan memiliki kontrak bernilai miliaran dolar untuk mengembangkan pendarat Bulan bagi program Artemis.
Langkah ini akan menjadi kemunduran lain bagi program Boeing yang selama ini menjadi tulang punggung misi penerbangan antariksa berawak NASA. Hal ini juga menghadirkan tantangan baru: SpaceX yang dipimpin Elon Muskhanya memiliki waktu dua tahun untuk menyelesaikan pengembangan roket yang bahkan belum berhasil melakukan penerbangan orbital penuh secara sukses, apalagi membawa awak manusia.
Saham Boeing sempat memperpanjang penurunan lebih dari 3% dalam perdagangan di New York setelah laporan Bloomberg, sebelum kemudian memangkas kerugian.
(bbn)






























