Pada pukul 12.30 WITA, kantor pusat PT Pelita Air Service di Jakarta menerima informasi awal mengenai kondisi pesawat PK-PAA yang diduga jatuh tidak jauh dari Bandara Long Bawan. Menindaklanjuti informasi tersebut, pihaknya segera melakukan koordinasi intensif dengan Lanud Tarakan, Basarnas, serta masyarakat setempat untuk memastikan kondisi pilot dan pesawat.
"Lokasi pesawat berhasil ditemukan pada pukul 13.25 WITA. Pilot kemudian dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada 14.33 WITA, kemudian jenazah dibawa ke RS Pratama Long Bawan dan tiba pada 15.20 WITA," ujar Patria.
"Jenazah direncanakan untuk dievakuasi menuju Tarakan pada hari Jumat, 20 Februari 2026 pukul 09.50 WITA, dan selanjutnya diterbangkan ke Jakarta pada kesempatan pertama untuk diserahkan kepada pihak keluarga," lanjutnya.
Manajemen PT Pelita Air Service menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya pilot yang bertugas. Pelita Air memastikan akan memenuhi seluruh hak dan santunan kepada keluarga almarhum serta memberikan pendampingan yang diperlukan selama masa duka.
"Perusahaan juga memastikan untuk terus berkoordinasi dengan KNKT, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, serta seluruh pihak terkait guna memastikan proses investigasi berjalan transparan dan komprehensif," tegas dia.
(ain)



























