Logo Bloomberg Technoz

Dewan ini merupakan upaya Trump untuk memoles reputasinya sebagai pembawa damai. Ia mencalonkan diri dengan janji akan menjaga militer AS agar tidak terlibat dalam konflik di luar negeri dan berulang kali mengklaim telah mengakhiri setidaknya delapan perang, meski beberapa di antaranya berskala kecil.

Klaim lain melibatkan konflik di mana ia memiliki peran kecil atau yang telah berakhir sejak lama. Pertemuan tersebut berlangsung saat pasukan AS berkumpul di Teluk Persia yang berpotensi menyerang Iran, dan beberapa pekan setelah ia memerintahkan serangan militer untuk menangkap Nicolas Maduro di Venezuela.

Pada Kamis, Trump memberi sedikit detail tentang bagaimana pasukan stabilisasi akan mengambil alih Gaza dari Hamas atau bagaimana dana tersebut akan dibelanjakan. Trump memprediksi Hamas akan "menyerahkan senjata mereka" dan mengancam bahwa jika menolak melakukannya, mereka akan "ditindak tegas."

Presiden AS mengatakan Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, dan Kazakhstan akan mengerahkan pasukan dan polisi untuk Gaza, sementara Mesir dan Yordania akan menawarkan personel dan pelatihan untuk "pasukan polisi Palestina yang dapat dipercaya."

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kazakhstan, Azerbaijan, Maroko, Bahrain, Uzbekistan, dan Kuwait termasuk di antara negara-negara yang telah berjanji akan menyumbang "lebih dari US$7 miliar paket bantuan," kata Trump. Presiden AS mengatakan Jepang berencana mengadakan penggalangan dana untuk Gaza.

Namun, pernyataan Trump tersebut mengisyaratkan adanya perbedaan kebijakan yang mendalam dan kepentingan pribadi yang mungkin mengancam misi BoP. Setelah mengumumkan bahwa Norwegia akan menjadi tuan rumah pertemuan dewan mendatang, Trump menyindir Oslo karena dia tidak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Dewan tersebut awalnya diusulkan sebagai bagian dari rencana perdamaian 20 poin untuk Gaza, bertanggung jawab mengawasi stabilisasi dan rekonstruksi pasca-perang. Presiden AS berjanji akan membangun kembali Gaza meski menghadapi berbagai hambatan, termasuk ketidakpastian apakah Hamas akan menyerahkan senjatanya dan biaya pembersihan serta rekonstruksi wilayah yang hancur akibat konflik. 

Menanggapi pertemuan pada Kamis, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan "ujian sesungguhnya dari posisi dan keputusan" yang diambil BoP akan terlihat dari kemampuannya menekan Israel "untuk menghentikan pelanggaran gencatan senjata, mewajibkannya memenuhi komitmen yang seharusnya, memulai proses bantuan yang tulus, dan melaksanakan upaya rekonstruksi."

Ali Shaath, kepala komite teknokrat dewan yang bertanggung jawab mengelola Gaza, mengatakan tujuan utamanya adalah melatih 5.000 polisi untuk ditempatkan di wilayah tersebut dalam waktu 60 hari.

Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Jasper Jeffers, kepala pasukan stabilisasi Gaza, mengatakan bahwa pasukan pertama-tama akan dikerahkan di daerah Rafah. Dia mengatakan dalam jangka panjang, pihak berwenang berharap dapat mengerahkan 12.000 polisi dan 20.000 tentara.

Para kritikus dewan tersebut menyamakannya dengan dana gelap yang akan dikendalikan Trump. Presiden mengatakan bahwa negara-negara yang ingin menjadi anggota tetap dewan tersebut, di mana ia menjabat sebagai ketua yang ditunjuk sendiri, diharuskan menyumbang US$1 miliar.

Trump juga mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah diundang untuk berpartisipasi, yang menimbulkan ketegangan dengan sekutu-sekutunya terkait invasi Putin ke Ukraina. 

KTT ini juga memicu perpecahan di Eropa setelah Komisi Eropa mengirim perwakilannya untuk Mediterania, Dubravka Šuica, ke pertemuan tersebut. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan dia "seharusnya tidak pernah hadir" karena 27 negara anggota blok tersebut belum memberikan mandat untuk melakukannya.

Trump meluncurkan BoP pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss bulan lalu, bersama sekutu politik seperti Presiden Argentina Javier Milei dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban. Sekutu utama dari G7 dan Uni Eropa menjaga jarak, berhati-hati dalam mendukung struktur baru yang otoritas, dasar hukum, dan hubungannya dengan lembaga yang ada masih belum jelas.

Secara lebih luas, BoP telah menimbulkan keraguan dari beberapa sekutu, yang khawatir tentang susunan anggotanya dan misi yang tampaknya meluas jauh melampaui Gaza. Trump menyatankan dewan tersebut dapat menangani konflik global lainnya seperti PBB, yang telah lama dia kritik karena tidak efektif.

Pada Kamis, Trump mengatakan bahwa BoP "hampir akan mengawasi PBB dan memastikan bahwa PBB berjalan dengan baik."

(bbn)

No more pages