Pada kesempatan yang sama, Strategic Partner Development Manager Google Indonesia, Richard Darsono, menyarankan bahwa pemudik dapat melakukan unduh peta secara luring (offline) di Google Maps guna memudahkan selama perjalanan. Peta offline ini dapat membantu serta menjangkau navigasinya ketika berada di daerah susah sinyal.
Layanan pemetaan berbasis web Google Map memiliki sejumlah fitur guna membantu para pemudik seperti rekomendasi jalan tol hingga melihat jadwal transportasi umum.
Diketahui, Korlantas dan Jasa Marga bekerja sama dengan Google Indonesia guna memastikan kelancaran informasi mudik Lebaran 2026. “Itu nantinya harapannya akan tersedia informasinya untuk para pemudik bisa direferensikan di aplikasi Google Maps,” pungkas Richard.
Jasa Marga Ungkap Waktu Terpadat Mudik
Corporate Communication & Community Development Head Jasa Marga Lisye Octaviana dalam kesempatan yang sama memberi saran kepada calon pemudik tahun ini untuk menghindari perjalanan di ruas tol mulai pukul 07.00-10.00 pagi. Pada waktu tersebut kerap terjadi penumpukan kendaraan hingga ruas tol menjadi rawan macet.
"Ini khusus untuk di jalan tol ya, ini bisa merencanakan rute perjalanan dan waktunya juga ya supaya menghindari bersamaan menumpuk di satu waktu," jelas dia.
Lisye menambahkan, Jasa Marga memperkirakan akan terdapat kenaikan volume lalu lintas di beberapa waktu tertentu pada mudik Lebaran tahun ini. Pihaknya pun mengimbau masyarakat Indonesia supaya menjauhi waktu puncaknya.
"Lalu juga tadi telah disampaikan nanti khusus untuk memang perjalanan mudik Lebaran nanti, memang dipahami nanti akan ada peningkatan lalu lintas di waktu-waktu tertentu, tentunya ini juga nanti akan lebih awal melalui juga ada waktu-waktu yang telah ditentukan, ini kami himbau kepada masyarakat untuk bisa menghindari waktu puncak tersebut," ujar Lisye.
Demi membantu merencanakan perjalanan mudik lebih akurat, lanjut Lisye, masyarakat bisa melakukan pengecekan di aplikasi Travoy dengan dukungan peta digital dari Google Map. Melalui Travoy pemudik, klaim Lisye, juga berkesempatan mengakses 3.500 CCTV, radar, serta beberapa teknologi informasi lainnya.
"Itu nanti akan terlihat jumlah tarif tolnya berapa, lewat gerbang tol mana, bahkan sampai durasinya, itu juga nanti akan sangat membantu, bahkan juga ada fitur CCTV yang cukup sangat favorit untuk bisa dilihat melalui aplikasi Travoy karena secara real time masyarakat bisa melihat kondisi ruas tol tersebut dengan melihat sendiri kondisinya seperti apa," jelas Lisye.
(far/wep)































