Logo Bloomberg Technoz

Tony Sycamore, analis di IG Sydney, menilai para trader memanfaatkan aksi jual pekan lalu untuk memburu saham-saham murah. "Dorongan dari Wall Street dan hasil pemilu Jepang berarti bahwa, setidaknya dalam jangka waktu yang sangat pendek, kita akan melihat sesi risk-on yang kuat di seluruh pasar ekuitas Asia," tambahnya.

Kemenangan telak Takaichi memperjelas arah kebijakan Jepang menuju stimulus fiskal yang lebih besar. Hal ini memberikan tekanan pada obligasi Jepang, namun di sisi lain menjadi bahan bakar bagi pasar saham. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik lima basis poin pada hari Senin.

Pasar kini bersiap menghadapi dominasi "Takaichi trades" yang didorong oleh ekspektasi kebijakan fiskal longgar dan tekanan berkelanjutan pada nilai tukar Yen yang terus berfluktuasi.

Dari kawasan Asia Tenggara, mata uang Baht Thailand menguat setelah hasil pemilu menunjukkan partai penguasa Bhumjaithai berada di posisi terdepan untuk membentuk koalisi. Kontinuitas kebijakan ini menjadi angin segar bagi investor yang sebelumnya khawatir akan terjadinya kelumpuhan politik.

"Pasar biasanya merasa nyaman dengan kejelasan, dan kemenangan partai penguasa menawarkan sedikit lebih banyak kejelasan tersebut," ujar Brendan McKenna, pakar strategi di Wells Fargo, New York.

Sementara itu, investor juga memantau situasi di Inggris. Masa depan Perdana Menteri Keir Starmer berada di ujung tanduk setelah krisis penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar untuk Washington memicu mundurnya ajudan terdekat sang PM.

Fokus global pekan ini akan tertuju pada kalender data ekonomi AS yang padat. Laporan tenaga kerja (payrolls) Januari akan dirilis pada hari Rabu, disusul angka inflasi dua hari kemudian. Data ini sempat tertunda akibat penutupan sebagian pemerintah (government shutdown) bulan lalu.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang kurang dari 20% bagi The Fed untuk memangkas suku bunga pada bulan depan, setelah bank sentral tersebut mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5% hingga 3,75% pada Januari.

Beberapa pergerakan utama di pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,3% pada pukul 09.40 waktu Tokyo
  • Kontrak berjangka Hang Seng naik 1,8%
  • Kontrak berjangka Nikkei 225 (OSE) naik 4,8%
  • Topix Jepang naik 3%
  • S&P/ASX 200 Australia naik 1,5%
  • Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,4%

Mata Uang

  • Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif stabil
  • Euro naik 0,1% ke US$1,1828
  • Yen Jepang naik 0,2% ke 156,87 per dolar AS
  • Yuan offshore relatif stabil di 6,9308 per dolar AS
  • Dolar Australia naik 0,2% ke US$0,7025

Aset Kripto

  • Bitcoin turun 0,4% ke US$70.357,1
  • Ether turun 0,4% ke US$2.083,95

Obligasi

  • Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik dua basis poin ke 4,22%
  • Imbal hasil obligasi Jepang tenor 10 tahun naik 4,5 basis poin ke 2,270%
  • Imbal hasil obligasi Australia tenor 10 tahun naik tiga basis poin ke 4,86%

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,6% ke US$63,17 per barel
  • Harga emas spot naik 1,3% ke US$5.030,85 per ons

Artikel ini dibuat dengan bantuan Bloomberg Automation.

(bbn)

No more pages