Logo Bloomberg Technoz

BPS juga menyoroti tingginya perjalanan keluar kota pada momen hari besar keagamaan dan libur akhir tahun. Pada periode mudik Lebaran 2025, jumlah perjalanan keluar kota pada rentang H-6 hingga H+11 mencapai 84,60 juta perjalanan.

Sementara pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah perjalanan tercatat sebanyak 73,68 juta perjalanan.

Ateng menjelaskan puncak perjalanan keluar kota saat Lebaran terjadi pada H+1 dengan total 11,7 juta perjalanan. Sedangkan pada masa Nataru, puncak perjalanan terjadi pada H+7 atau sekitar 6,7 juta perjalanan, bertepatan dengan momentum libur Tahun Baru.

“Terlihat masa Tahun Baru banyak yang melakukan perjalanan,” kata Ateng.

Berdasarkan distribusi provinsi asal perjalanan mudik Idulfitri 2025, Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar dengan 16,49 juta perjalanan. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur sebanyak 15,12 juta perjalanan dan Jawa Tengah sekitar 9,5 juta perjalanan.

Sementara pada periode Nataru, Jawa Barat kembali menjadi provinsi asal perjalanan terbanyak dengan sekitar 13,58 juta perjalanan. Setelah itu diikuti Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan kecenderungan peningkatan perjalanan menuju wilayah Jawa Timur pada libur akhir tahun.

Selain perjalanan domestik, BPS juga mencatat perkembangan perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri.

Pada Desember 2025, jumlah perjalanan wisnas tercatat sebanyak 823.768 perjalanan, naik 3,65% secara mtm dan meningkat 1,64% secara yoy.

Tujuan utama perjalanan wisnas pada Desember 2025 adalah Malaysia dengan porsi 28,24%, disusul Arab Saudi 18,10% dan Singapura 13,37%.

Dari sisi pintu keberangkatan, Bandara Soekarno-Hatta menjadi yang terbesar dengan sekitar 425 ribu perjalanan, diikuti Batam, Riau, serta Kualanamu, Sumatera Utara.

Secara kumulatif sepanjang 2025, jumlah perjalanan wisnas mencapai 9,2 juta perjalanan atau meningkat 2,45% dibandingkan tahun 2024. Ateng menyebut capaian ini menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.

“Pada 2025, wisnas Indonesia paling banyak berkunjung ke Malaysia sekitar 29,25%, kemudian Arab Saudi sekitar 18,5%,” ujarnya.

(ell)

No more pages