Angka itu juga turut memberikan andil kepada inflasi mencapai 1,72%, sekaligus menjadi yang tertinggi. Kemudian, kelompok dari pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat inflasi 15,22%, namun andilnya hanya 1%.
Menurut dia, inflasi tahunan yang tinggi itu juga dipengaruhi dampak basis angka yang rendah pada periode yang sama tahun sebelumnya atau low base effect.
Sebagai perbandingan, pada Januari 2025 lalu, pemerintah menerapkan kebijakan tarif listrik yang menekan IHK 2025, yang pada akhirnya juga mendorong penurunan inflasi pada masa itu.
"Penurunan IHK itu menyebabkan level harga pada januari 2025 berada pada pola di bawah tren normal," tegas dia.
"Dengan demikian, ketika penghitungan inflasi tahunan dilakukan pada periode yang sama, maka basis pembandingnya relatif rendah. akibatnya, inflasi kelihatan tinggi," tambahnya.
Pada Januari dan Februari 2025, pemerintah memberikan diskon tarif listrik sebesar 50%. Fasilitas ini dinikmati oleh 135 juta pelanggan. Namun, pada tahun ini, diskon serupa tidak ada lagi dan tarif listrik kembali normal.
(lav)




























