Logo Bloomberg Technoz

BPS mencatat ekspor migas sepanjang 2025 sebesar US$13,06 miliar atau anjlok 17,69% dibandingkan dengan posisi ekspor periode tahun sebelumnya sebesar US$15,87 miliar.

Ekspor minyak mentah dan hasil minyak mentah masing-masing susut 30,19% dan 12,38% jika dibandingkan dengan periode 2024.

Sementara itu, impor migas sepanjang 2025 mencapai US$32,76 miliar atau sekitar Rp550,35 triliun.

Torehan belanja impor migas itu susut 9,67% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$36,27 miliar atau sekitar Rp609,26 triliun.

Kendati demikian, BPS mencatat terjadi lonjakan impor migas pada periode Desember 2025 sebesar US$3,35 miliar atau setara dengan Rp56,32 triliun.

Impor Desember 2025 itu lompat 17,31% dibandingkan dengan belanja November 2025 sebesar US$2,85 miliar.

Swap Gas

Sebelumnya, pemerintah mengalihakan sebagian kuota ekspor gas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dari Singapura ke pelanggan domestik.

Manuver itu dilakukan untuk menambal defisit yang terjadi di sejumlah area di Sumatra Selatan dan Jawa Barat.

Proses alih kuota lewat perjanjian swap multi-pihak itu mulai dialirkan sejak Agustus 2025.

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melalui anak usahanya, Medco E&P Natuna Ltd. dan Medco E&P Grissik Ltd., terlibat dalam kesepakatan tersebut bersama sejumlah pihak, termasuk PT Pertamina (Persero) dan pembeli gas dari Singapura, Sembcorp Gas Pte Ltd.

Pihak lainnya yang turut menandatangani perjanjian ini meliputi Premier Oil Natuna Sea B.V., Star Energy (Kakap) Ltd., Gas Supply Pte Ltd., Petrochina International Jabung Ltd., serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) atau PGN.

Medco E&P Natuna Ltd., yang tergabung dalam West Natuna Supply Group—yang mencakup South Natuna Sea Block B, Natuna Sea Block A, dan PSC Kakap—serta Medco E&P Grissik Ltd. sebagai pemasok gas dari Blok Corridor dan PSC Jabung (South Sumatra Sellers), menjadi bagian dari kesepakatan ini bersama para pihak utama lainnya.

Berdasarkan perjanjian tersebut, sejumlah volume gas akan dipasok ke Singapura dari West Natuna Supply Group, menggantikan volume yang saat ini dikirim dari South Sumatra Sellers.

Belakangan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia telah mengamankan stok gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor hingga semester I-2026.

Sementara itu, untuk keandalan pasokan LNG untuk semester II-2026, Bahlil mengaku masih mengkalkulasi kebutuhan dalam negeri serta ekspor dan merancang mekanisme pemenuhannya.

“Jadi pada 2026 dari Januari sampai dengan Juni itu clear. Jadi enggak ada isu. Nah, Juli ke atas lagi baru kita rancang. Jadi baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor sudah aman,” kata Bahlil kepada awak media, di kantor Kementerian ESDM, Jumat (19/12/2025).

“Nanti kita akan umumkan lagi nanti pada semester kedua,” tegas dia.

(naw)

No more pages