“Enggak [marah] ya. Kita perlu memahami bahwa apa yang melandasi sampai terjadi penurunan IHSG, itulah yang kemudian kita carikan jalan keluarnya. Seharusnya begitu ya, bukan hanya Presiden,” terang Prasetyo.
Pada perdagangan Rabu dan Kamis pekan lalu, IHSG dilanda aksi panik jual saham karena pengumuman MSCI. Pengumuman ini menimbulkan sentimen potensi downgrade pasar saham Indonesia ke Frontier Market oleh MSCI, beberapa sekuritas asing, Goldman Sachs dan UBS juga menurunkan peringkat Indonesia, sehingga kembali memicu terjadinya sell–off dan sempat membuat terjadinya trading halt selama 30 menit di dua sesi beruntun.
Pada Perdagangan Jumat kemarin, IHSG ditutup menguat 1,18% setelah pengumuman pengunduran diri beberapa pejabat OJK dan BEI serta pengumuman rencana perbaikan regulasi pasar modal Indonesia. Namun pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka turun 4%.
(roy)




























