Logo Bloomberg Technoz

Beijing menyebut latihan itu sebagai bentuk hukuman atas apa yang disebutnya sebagai “kolusi antara Amerika Serikat dan Taiwan.” Pada pertengahan Desember, AS menyetujui penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan, salah satu paket penjualan terbesar yang pernah ada.

Sejak Lai menjabat pada Mei 2024, China terus meningkatkan tekanan terhadap pulau berpenduduk sekitar 23 juta jiwa itu, yang dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya. Tekanan tersebut antara lain berupa latihan militer berskala besar dan pelanggaran wilayah udara sensitif yang terjadi hampir setiap hari.

Di tengah meningkatnya ketegangan lintas Selat Taiwan, perekonomian Taiwan yang berorientasi ekspor justru diuntungkan oleh ledakan global kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan diperkirakan mencatat pertumbuhan tahunan tercepat sejak 2010. Pembangunan ekosistem AI yang menguntungkan perusahaan teknologi Taiwan juga mendorong indeks saham acuan mencetak rekor tertinggi pada 2025.

Dalam pidatonya, Lai juga memaparkan rencana untuk memperkecil kesenjangan pendapatan dan membangun masyarakat yang lebih setara melalui pemberian insentif pajak dan berbagai kebijakan lainnya.

Lai selama ini menekankan pentingnya memperkuat pertahanan Taiwan, termasuk dengan berjanji meningkatkan belanja militer hingga melampaui 5% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2030.

“Perdamaian hanya bisa dijaga melalui kekuatan. Perdamaian tidak dapat dicapai hanya dengan selembar perjanjian damai, apalagi dengan menerima klaim pihak agresor,” ujar presiden kepada wartawan usai pidato tersebut. “Berinvestasi pada pertahanan nasional berarti berinvestasi pada perdamaian.”

(bbn)

No more pages