“China terbuka untuk berdiskusi terkait hal ini. Dan sekali lagi, ini juga mencakup jenis-jenis percakapan serta kerja sama yang ingin terus kami bangun dengan China.” jelasnya.
“Kami juga, di sela-sela pertemuan, berbicara dengan China, dan kami ingin melihat bagaimana kami dapat lebih meningkatkan hubungan bilateral dan perdagangan ke depan.”
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa China, Jepang dan Amerika Serikat masih menjadi negara utama asal impor untuk katergori non-migas ke Indonesia di sepanjang Januari hingga Agustus 2025.
“Tiga besar negara asal Impor adalah Tiongkok, Jepang dan Amerika Serikat dengan share sebesar 52,78% dari total impor non migas Indonesia periode Januari hingga Agustus 2025” kata M. Habibulah, Deputi Bidang Statistik Produksi dalam pemaparan neraca dagang, Rabu (1/10/2025).
China, masih menjadi negara importir terbesar bagi Indonesia dengan kontribusi impor sepanjang Januari hingga Agustus 2025 mencapai US$54,76 miliar atau setara dengan 40,6% dari total impor Indonesia di sepanjang Januari hingga Agustus 2025.
Mesin dan peralatan mekanis menjadi komoditas yang paling banyak diimpor oleh Indonesia dari China dengan nilai mencapai US$ 12,69 Miliar atau ekuivalen dengan 23,17% dari keseluruhan impor Indonesia dari negara tirai bambu tersebut.
Sementara itu, mesin dan perlengkapan elektrik memiliki kontribusi sebesar US$ 11,58 Miliar dari keseluruhan impor China ke Indonesia atau sebesar 21,14%. Komoditas kendaraan dan bagiannya berkontribusi sebesar US$ 3,10 miliar atau ekuivalen dengan 5,66% dari keseluruhan impor Indonesia dari negara tirai bambu tersebut.
(ell)




























