Logo Bloomberg Technoz

“Alhamdulillah sampai hari ini, sampai pagi ini, sudah ada 8.344 SPPG dan itu 100% dari 8.344 itu didanai oleh dana masyarakat. Jadi ini kontribusi masyarakat yang luar biasa,” imbuhnya. 

Target 10.000 SPPG

Di sisi lain, Dadan menargetkan sebanyak 10.000 SPPG akan beroperasi penuh pada September 2025. Hal itu dilakukan dengan percepatan yang difokuskan pada dua hal, yakni percepatan operasional SPPG serta percepatan Program Makan Bergizi (MBG) di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). 

Dadan menyebut percepatan SPPG dilakukan untuk wilayah aglomerasi dengan penerima manfaat lebih dari 1.000 orang. Dari 29.000 SPPG yang sudah terdaftar di www.mitra.bgn.go.id, hingga hari ini tercatat 8.344 unit telah beroperasi.

“Setiap hari jumlahnya terus bertambah dan target kami pada September ini bisa mencapai 10.000 SPPG yang beroperasi,” ujar Dadan.

Secara paralel, kata Dadan, BGN juga mempercepat program MBG di daerah terpencil melalui kolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemerintah daerah (pemda) diminta membentuk satgas khusus yang bertugas mendata jumlah daerah terpencil yang memerlukan pembangunan SPPG.

“Semua pihak boleh membangun SPPG, baik Badan Gizi Nasional maupun Kementerian Pekerjaan Umum melalui anggaran masing-masing,” ucap Dadan.

Kepala BGN turut mengundang semua pihak untuk membangun SPPG di daerah 3T dengan insentif tertentu yang akan diberikan sesuai lokasi pembangunannya. 

“Jadi, kalau di daerah aglomerasi insentif diberikan per porsi dan harian, tapi kalau di daerah terpencil nanti begitu selesai bangun [SPPG] kita akan sewa 4 tahun ke depan untuk memberikan insentif kepada para mitra agar mau membangun di daerah terpencil,” tuturnya.

(ain)

No more pages