Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data Bloomberg, menghijau dan melesatnya IHSG tak lepas dari kenaikan saham bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), terutama saham BBNI dan saham BBRI yang mendorong penuh IHSG secara keseluruhan.

Saham BBNI berhasil ditutup menguat 250 poin atau dengan kenaikan 6,1% ke level Rp4.350/saham dengan sebanyak 78 juta saham ditransaksikan dengan nilai Rp337 miliar.

Lebih potensial lagi, saham BBRI melesat 200 poin atau dengan penguatan mencapai 5,15% ke posisi Rp4.080/saham dengan 153 juta saham diperjualbelikan mencapai senilai Rp621 miliar.

Berikut 10 saham teratas lainnya yang mendorong IHSG di zona hijau, berdasarkan data Bloomberg.

  1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 33,06 poin
  2. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 10,53 poin
  3. Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 8,92 poin
  4. Bayan Resources (BYAN) menyumbang 5,21 poin
  5. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 4,71 poin
  6. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyumbang 4,29 poin
  7. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 3,57 poin
  8. Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menyumbang 3,01 poin
  9. Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) menyumbang 2,73 poin
  10. Astra International (ASII) menyumbang 2,22 poin

Adapun saham–saham perbankan lainnya juga berhasil menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) menguat 10,1%, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mantap di zona hijau dengan melesat 6,68%, dan saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) ditutup perdagangan hari ini menguat 5,45%.

Begitu juga dengan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang berhasil menguat 4,81%. Saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) dengan melesat 4,72%. Dan saham PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) positif di zona hijau dengan kenaikan 4%.

Mengutip riset Mirae Asset Sekuritas siang hari ini, terobosan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tampaknya kembali mampu mengangkat sentimen pasar, terutama di sektor perbankan hari ini.

“Saham–saham IDX Finance dan IDX Non-Cyclicals menjadi penopang utama kenaikan IHSG,” sebut Mirae Asset.

Menteri Keuangan yang baru Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan langkah besar untuk memperbaiki fiskal. Pada saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Purbaya berencana akan menarik Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di Bank Indonesia sebesar Rp200 triliun dan mengembalikannya ke sistem perekonomian.

“Langkah ini bertujuan untuk memperbaiki daya beli masyarakat, dengan harapan berbagai industri dapat melakukan langkah ekspansif untuk menumbuhkan perekonomian. Disisi lain, data retail sales Indonesia naik menjadi 4,7% YoY pada Jul-25 (sebelumnya: 1,3%),” jelas Panin Sekuritas.

(fad/aji)

No more pages