2. Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong, seorang pengusaha pemilik Perusahaan pertambangan batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hartanya menguap 8,5% mencapai US$ 2,4 miliar (Rp 39,27 triliun) dan harus berpuas menjadi US$ 25,5 miliar atau setara dengan Rp 417,28 triliun.
Imbas kekayaannya menguap mencapai puluhan triliun rupiah, Low Tuck Kwong harus rela menempati barisan 90 orang terkaya di dunia hingga peringkat 2 orang terkaya di Indonesia disusul oleh Prajogo Pangestu.
3. Budi Hartono
Grup Djarum menjadi sumber Hartono bersaudara mengumpulkan pundi–pundi harta kekayaan, Ia juga merupakan pemegang saham terbesar di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank terbesar di Indonesia. Nama Budi Hartono masuk jajaran orang terkaya urutan ke-129 berdasarkan data Bloomberg.
Posisi itu berhasil diraihnya sekalipun kekayaannya menguap US$ 3,6 miliar (Rp 58,91 triliun) sepanjang tahun 2025 menjadi US$ 19 miliar, yang nilainya sama dengan Rp 310,91 triliun.
4. Anthoni Salim
Pemilik Indofood dari Grup Salim, Perusahaan produsen makanan dan minuman ternama di Indonesia, Anthoni Salim juga memiliki kepemilikan saham di perusahaan tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) hingga berhasil masuk ke dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia urutan ke-4.
Siapa sangka nilai kekayaannya mencapai US$ 18,3 miliar, atau setara dengan Rp 299,46 triliun sampai dengan menempatkannya di posisi 130 orang terkaya di dunia.
Yang juga jadi perhatian, kekayaannya sepanjang tahun 2025 berhasil melesat di tren positif dengan kenaikan 42,3% bertambah mencapai US$ 5,4 miliar (Rp 88,36 triliun).
5. Michael Hartono
Kekayaan Michael Hartono memang tidak sebesar saudaranya, Budi Hartono. Nilainya pun masih terbilang fantastis mencapai US$ 17,6 miliar, atau menyentuh Rp 288 triliun dengan keberhasilan menjemput posisi orang terkaya di Indonesia posisi ke-5.
Namun memang, kekayaan sepadan itu menempatkan Michael Hartono di urutan 137 orang terkaya versi Bloomberg Billionaires Index akhir Agustus 2025 usai memperhitungkan kekayaannya menguap 16,3% point–to–point mencapai US$ 3,4 miliar, atau lenyap di atas kertas Rp55,63 triliun pada 2025.
6. Sukanto Tanoto
Sukanto Tanoto merupakan pendiri Royal Golden Eagle, konglomerat manufaktur global yang memiliki aset lebih dari US$ 35 miliar dari berbagai negara di belahan dunia, berdasarkan data Bloomberg.
Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis, Sukanto Tanoto berhasil menempati peringkat ke-167 orang terkaya dunia, biarpun kekayaannya hilang 24,2% mencapai US$ 4,9 miliar (Rp 80,18 triliun) hingga berada di angka kekayaan US$ 15,5 miliar, atau setara Rp 253,64 triliun, dan menjadi orang terkaya di Indonesia urutan 6.
7. Otto Toto Sugiri
Otto Toto Sugiri, seorang Pengusaha Indonesia yang disebut–sebut sebagai ‘Bill Gates-nya Indonesia’ salah satu pendiri sekaligus President Director PT DCI Indonesia Tbk (DCII), penyedia layanan pusat data terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, Otto Toto Sugiri juga merupakan salah satu pendiri PT IndoInternet Tbk (EDGE), penyedia layanan internet terpadu pertama di Indonesia.
Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan, Otto Toto Sugiri berhasil menempati peringkat ke-197 orang terkaya di dunia dan ke-7 orang terkaya di Indonesia, dengan keberhasilan mencatat kekayaan yang melesat signifikan 612,4% mencapai pertambahan asset US$ 12,3 miliar (Rp 201,27 triliun) hingga mengakumulasi angka kekayaan US$ 14,3 miliar (Rp 234 triliun).
8. Marina Budiman
Marina Budiman adalah salah satu pendiri sekaligus Komisaris Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII), penyedia layanan pusat data center terbesar di Indonesia. Ia pun memiliki 23% saham secara langsung, berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia pada Juli 2025.
Sepanjang tahun 2025 ini saja saham DCII menguat signifikan hingga 722,92% year–to–date/ YtD. Kenaikan harga saham DCII membuat Marina Budiman bertengger di orang terkaya dunia urutan 313, dan orang terkaya di Indonesia urutan 8.
Kekayaannya berhasil menyentuh US$ 10,6 miliar (Rp 173,45 triliun) versi Bloomberg Billionaires (Rich) Index.
Adapun di sepanjang tahun berjalan 2025 ini, harta Marina Budiman mencatat pertumbuhan mencapai US$ 9,2 miliar (Rp 150,55 triliun) atau bertambah 635,6% YtD.
8. Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia menggenggam nilai kekayaan US$ 7,3 miliar yang sama dengan jumlahnya mencapai Rp 119,45 triliun dengan kurs acuan Bank Indonesia (BI) yaitu Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di posisi Rp16.355/US$ yang dilihat tertanggal 28 Agustus 2025.
Harta dan jumlah kekayaan ini menempatkan Sri Prakash Lohia sebagai orang terkaya dunia urutan ke-499, dan orang terkaya di Indonesia peringkat 8 usai mencermati jumlah kekayaan Lohia yang menguap 25,4% pada tahun 2025 mencapai US$ 2,5 miliar (Rp 40,91 triliun).
Grup Indorama adalah sumber pundi–pundi kekayaan pria kelahiran Kolkata, India berusia 73 tahun tersebut. Sebuah Perusahaan yang memproduksi pupuk, sarung tangan medis, dan benang. Indorama Ventures, afiliasi Perusahaan yang diperdagangkan secara publik di Bangkok, memproduksi barang berbahan polyester.
(fad/aji)





























