Sejak awal tahun, pemerintahan Trump telah mendesak Meksiko menaikkan bea masuk produk China, serupa langkah yang ditempuh AS. Otoritas Meksiko kemudian melontarkan gagasan “Fortress North America” yang membatasi impor dari China dan memperkuat hubungan dagang serta manufaktur antara AS, Meksiko, dan Kanada. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyambut baik gagasan tersebut.
Ketiga negara juga bersiap meninjau ulang perjanjian perdagangan bebas yang dinegosiasikan pada masa jabatan pertama Trump, dengan target selesai pertengahan tahun depan.
“Ekspor China ke Amerika Latin naik cukup tajam tahun ini, membantu mengimbangi penurunan dari pasar AS. Selain menyenangkan Washington, Meksiko juga perlu melindungi basis industrinya sendiri,” ujar Ning Sun, Senior Emerging Markets Strategist di State Street Global Markets, Boston. “Saya memperkirakan Meksiko akan menyelaraskan kebijakan ekonomi dan luar negerinya dengan AS.”
Tekanan AS terhadap Meksiko, mitra dagang terbesarnya, juga didorong tuduhan Trump bahwa barang murah dari China masuk ke Meksiko dan kemudian diteruskan ke AS. Bulan lalu, Trump menunda rencana kenaikan tarif untuk Meksiko setelah berbicara dengan Sheinbaum, memberi waktu tambahan bagi negosiasi dagang.
Di saat yang sama, Meksiko dan AS hampir menyepakati kerja sama baru dalam pemberantasan narkoba dan kekerasan. Trump menuding perdagangan fentanil sebagai alasan Meksiko dikenakan tarif 25% atas produk yang tidak termasuk dalam perjanjian dagang kedua negara. Jika isu ini bisa diatasi dalam kesepakatan keamanan, maka akan lebih mudah bagi kedua pihak menemukan titik temu di sektor lain seperti baja dan tomat.
Lonjakan Mobil China
Pasar mobil China di Meksiko meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini, Meksiko menjadi tujuan utama ekspor mobil China, melampaui Rusia, menurut data Asosiasi Mobil Penumpang China. Saat ini, mobil asal China dikenakan tarif hingga 20% di Meksiko, jauh lebih rendah dibandingkan AS yang memberlakukan tarif 100% untuk kendaraan listrik asal China dan melarang mobil dengan perangkat lunak buatan China.
“Jika tarif tidak cukup tinggi untuk memberi ruang bagi perusahaan Meksiko bersaing di pasar domestik, kebijakan ini akan sia-sia. Lagipula, langkah ini juga agak terlambat,” ujar Vanessa Ramírez, Direktur Ecanal, sebuah firma konsultan ekonomi. “Pemerintah belum memberi sinyal yang jelas kepada sektor swasta terkait bahan baku asal China.”
Kenaikan tarif atas produk China juga diharapkan meningkatkan penerimaan negara dan membantu upaya Sheinbaum menekan defisit anggaran, yang tahun 2024 lalu tercatat sebagai yang terbesar sejak 1980-an setelah presiden sebelumnya menggelontorkan belanja besar untuk menyelesaikan proyek-proyek unggulan. Pemerintah Sheinbaum berkomitmen meningkatkan penerimaan pajak tanpa harus menaikkan tarif pajak besar-besaran.
Sheinbaum juga mendorong penguatan industri lokal melalui program “Plan Mexico,” yang berfokus pada pembangunan kawasan industri dan proyek infrastruktur publik untuk menarik investasi di tengah ketidakpastian perdagangan global. Sebelumnya, ia juga telah menaikkan tarif sejumlah produk asing, termasuk tekstil dan pakaian jadi.
(bbn)






























