Logo Bloomberg Technoz

"Satu dekade terakhir, infrastruktur menjadi agenda prioritas nasional," ujarnya menegaskan.

Situasi tersebut, lanjutnya, menegaskan besarnya kebutuhan pembiayaan yang tidak mungkin dipenuhi pemerintah. Peran sektor swasta dan institusi pembiayaan infrastruktur, ujar dia, menjadi krusial.

Idhan memaparkan hingga akhir 2024 PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), misalnya, telah menyalurkan pendanaan hingga Rp42,5 triliun pembiayaan untuk lebih dari 150 proyek infrastruktur strategis. Penyaluran dana ini, kata dia, mencakup sektor transportasi, energi, telekomunikasi, air bersih dan sektor-sektor prioritas.

"Proyek energi terbarukan kapasitas 700 MWh per tahun, memberi daya lebih dari 693.000 rumah tangga dan potensi penghindaran emisi Gas Rumah Kaca sebesar 4,81 juta ton CO₂ per tahun," ujar dia.

"Tujuh proyek air minum untuk 6,7 juta orang, pembangunan fasilitas medis, dan juga pembangunan jalan tol strategis sepanjang ratusan kilometer," ujarnya.

Anggaran Infrastruktur RI

Mengacu pada Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2026, dikutip Senin (18/8/2025), pemerintah memastikan anggaran sebesar Rp9,6 triliun masuk ke dalam skema investasi pembiayaan yang ditujukan untuk pengadaan lahan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol dan PSN di Ibu Kota Nusantara (IKN)

Anggaran tersebut  akan diimplementasikan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Untuk PSN Jalan Tol, nantinya akan ada enam proyek yang membutuhkan pengadaan lahan seluas 4.026.300 meter persegi.

Sementara, untuk IKN total terdapat 12 PSN yang akan dikerjakan dengan investasi pemerintah. Nantinya, pengadaan lahan untuk PSN IKN akan dilakukan hingga 15.111.600 meter persegi.

Dalam dokumen tersebut juga menyebut pemerintah hanya akan membangun jalan bebas hambatan atau jalan tol baru sepanjang 28,19 km pada 2026. Pemerintah akan membangun jalan nasional sepanjang 194,75 km, preservasi jalan nasional sepanjang 1.507,08 km, dan pembangunan jembatan sepanjang 3.954,74 meter. 

Kemudian, infrastruktur dasar yang akan dibangun pada tahun depan mencakup pembangunan flyover/underpass, pengembangan bandara dan pelabuhan hingga pembangunan bendungan on going serta rehabilitasi jaringan irigasi.

Lalu, pembangunan Flyover/underpass sepanjang 362,71 meter, pengembangan dua unit Bandara. Selanjutnya pengembangan Pelabuhan Patimban (proyek I dan II), pembangunan 15 Bendungan on going, pembangunan jaringan irigasi 4.000 Ha, dan rehabilitasi jaringan Irigasi 100.000 Ha. 

(ain)

No more pages