“Kami percaya masa depan teknologi harus dikuasai negeri sendiri, dan dibangun oleh anak bangsa yang berani bermimpi. Dan ini bukan sekadar tempat kami bekerja, tapi juga wadah untuk belajar dan membuka cakrawala dunia.”
“Kami percaya, kemajuan teknologi tak selalu tentang kecepatan, tapi juga soal keberpihakan. Kepada segenap rakyat Indonesia. Kami percaya #PastiAdaJalan, bukanlah sekadar slogan. Dirgahayu Indonesiaku!! ??Dari kami, #KaryaAnakBangsa yang #BerjuangUntukIndonesia.”
Menurut penelitian LPEM UI, GoTo telah aktif berkontribusi terhadap transformasi digital Indonesia. Selama 2018 hingga 2023, kehadiran GoTo di tingkat kota/kabupaten meningkatkan rata-rata 2,2 hingga 3,1 persen jumlah pekerja yang terampil digital.
Adapun di luar Jawa dan Bali, dampak kehadiran GoTo berkorelasi 3,3 hingga 4,25% dalam peningkatan jumlah talenta paham digital di periode yang sama.
Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan Indonesia butuh 9 juta talenta digital pada 2030, atau diperlukan tambahan 600.000 talenta digital setiap tahun guna memenuhi kebutuhan tersebut.
Dalam Sidang Tahunan MPR 2025, Jumat (15/8), menjelang HUT ke-80 RI, Presiden Prabowo menegaskan ketersediaan talenta digital merupakan prasyarat penting, termasuk .dalam hal kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.
“Kita harus menguasai AI, untuk itu kita perlu mencetak talenta-talenta hebat dan meningkatkan kualitas pendidikan kita,” tegas Presiden.
(tim)































