Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, perkembangan soal program pencampuran 50% bahan bakar nabati ke bahan bakar minyak (B50) di Indonesia juga menjadi sentimen penggerak harga CPO. Pemerintah berencana mulai menerapkan B50 tahun depan, setelah tahun ini memberlakukan B40.

Namun pelaku industri keberatan. Indonesia Mining Association (IMA) meminta pemerintah mengkaji ulang penerapan B50 yang dianggap makin membebani industri pertambangan.

“(Pelaku industri pertambangan) meminta ke pemerintah agar melakukan evaluasi menyeluruh termasuk dengan meminta masukan pelaku usaha atas pelaksanaan B40 serta mempertimbangkan kembali rencana untuk pelaksanaan B50,” kata Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif IMA, ketika dihubungi Selasa (12/8/2025).

Jika permintaan ini dikabulkan, maka kebutuhan CPO untuk pasar domestik bisa dikurangi dan porsi ekspor meningkat. Hasilnya, pasokan CPO dari Indonesia ke pasar global akan tetap terjaga, tidak ada kelangkaan.

Ilustrasi petani sawit melakukan panen (Joshua Paul/Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi harga CPO untuk hari ini? Apakah bisa bangkit atau malah kian terjepit?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 68. 

RSI di atas 50 memang menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI yang sudah hampir menyentuh 70 juga menjadi sinyal bahwa CPO sudah nyaris jenuh beli (overbought).

Hawa overbought terkonfirmasi dengan indikator Stochastic RSI yang sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli.

Oleh karena itu, bukan tidak mungkin harga CPO bakal turun lagi hari ini. Cermati pivot point di MYR 4.369/ton. 

Penembusan di titik ini bisa membuat harga CPO menguji support MYR 4.318/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Target selanjutnya adalah MA-10 di MYR 4.289/ton.

Adapun target resisten terdekat adalah MYR 4.421/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga CPO ke arah MYR 4.441-4.461/ton.

(aji)

No more pages