Meskipun sejumlah media mewartakan bahwa Merah Putih: One for All tetap tayang secara terbatas—sekitar 16 layar bioskop seperti Cinema XXI (Kelapa Gading, Kemang Village, Puri) dan beberapa lokasi lain seperti Ciwalk Bandung, DP Mall Semarang, Ciputra World Surabaya—Cinepolis jelas menyatakan bahwa mereka mengundurkan diri dari jadwal penayangan film tersebut.
Pembatalan ini mencerminkan sensitivitas jaringan bioskop terhadap reaksi publik—terutama ketika konten dinilai kontroversial atau berisiko merusak reputasi.
Dengan biaya produksi yang dikabarkan mencapai Rp 6,7 miliar, dampak finansial dan reputasi jelas menjadi pertimbangan utama.
Sementara sejumlah bioskop lain masih menayangkan film ini dalam kapasitas terbatas, keputusan tegas Cinepolis menjadi sinyal kuat bahwa mereka memilih untuk menjaga citra dan loyalitas penonton, terutama menjelang momentum nasional yang penting seperti perayaan ulang tahun kemerdekaan RI.
(fik)
































