Logo Bloomberg Technoz

Applied Materials mengajukan permohonan paten yang mengkreditkan dua pekerja tersebut sebagai penemu ke Badan Hak Kekayaan Intelektual Nasional China setelah mereka bergabung dengan perusahaan Santa Clara itu. E-Town menuding konten tersebut mengungkap rahasia dagang yang dimiliki bersama oleh E-Town dan Mattson. 

"Permohonan paten itu melanggar aturan Undang-Undang Anti-Persaingan Tidak Sehat China, melanggar rahasia dagang, dan menyebabkan kerugian signifikan terhadap hak kekayaan intelektual dan kepentingan ekonomi penggugat," katanya dalam berkas tersebut.

Perusahaan menambahkan bahwa Applied Materials juga diduga memasarkan dan menjual teknologi yang terlibat dalam kasus ini kepada pelanggan di China. 

E-Town meminta pengadilan untuk memerintahkan Applied Materials menghentikan penggunaan rahasia dagangnya dan memusnahkan materi terkait. Perusahaan juga menuntut ganti rugi sekitar 100 juta yuan (US$13,9 juta) atas kerugian yang dialami.

Pengadilan Hak Kekayaan Intelektual Beijing tidak menjawab beberapa panggilan di luar jam kerja reguler. Applied Materials belum membalas permintaan komentar.

Teknologi chip-gear menjadi titik fokus dalam perang teknologi yang berkepanjangan antara AS dan China. Hingga saat ini, sektor peralatan manufaktur semikonduktor masih didominasi oleh AS, Belanda, dan Jepang.

Kampanye yang dipimpin AS selama bertahun-tahun telah mencegah perusahaan China memperoleh sistem litografi ultraviolet ekstrem (EUV) mutakhir dari pemasok Belanda, ASML Holding NV, yang dibutuhkan untuk memproduksi cip tercanggih dalam pengembangan algoritma kecerdasan buatan.

Teknologi ASML juga tidak akan berfungsi di pabrik pembuatan cip tanpa dukungan dari pemasok peralatan AS, termasuk Applied Materials dan Lam Research Corp. 

Meski langkah E-Town mungkin dianggap sebagai bagian dari upaya China untuk membalas dendam pada AS, kedua perusahaan sudah terlibat dalam sengketa sebelumnya. Pada tahun 2022, Applied Materials menggugat Mattson atas dugaan spionase perusahaan. Mattson membantah tuduhan tersebut pada saat itu.

(bbn)

No more pages