Sementara arus masuk obligasi asing ke Indonesia masih berlanjut, menyentuh US$ 3,7 miliar tahun ini. Namun, posisi global fund di Surat Berharga Negara (SBN) RI masih rendah, yaitu US$ 58 miliar, sekitar 14,9% dari total outstanding. Angka itu masih jauh di bawah puncak penguasaan asing di SBN senilai US$ 80 miliar pada Januari 2020 lalu.
Kekhawatiran akan kondisi fiskal RI juga bisa mendukung penguatan rupiah lebih lanjut dengan perkiraan defisit APBN tahun ini sebesar 2,78% dari batas 3%.
Ditambah lagi adanya surplus neraca dagang yang membaik di tengah perdagangan komoditas, ketika tingkat keuntungan investasi riil di Indonesia masih tergolong tinggi di angka 4% akan memberi dukungan juga pada penguatan rupiah lebih lanjut.
(rui)
No more pages






























