Sejumlah saham lain juga menjadi pendukung utama kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini. Saham teknologi, saham kesehatan, dan saham properti mencatatkan kenaikan tertinggi, dengan masing–masing menguat 3,97%, 1,56%, dan 1,49%.
Kenaikan sejumlah saham, termasuk saham teknologi, Rabu (13/8/2025).
- DCI Indonesia (DCII) menyumbang 30,11 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 20,6 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 18,86 poin
- Astra International (ASII) menyumbang 8,24 poin
- Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 5,37 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 4,96 poin
- Chandra Asri Pacific (TPIA) menyumbang 3,95 poin
- Chandra Daya Investasi (CDIA) menyumbang 3,81 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 3,14 poin
- Sinar Mas Multiartha (SMMA) menyumbang 2,6 poin
Adapun saham teknologi lainnya juga menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) melejit 11,7%, saham PT RUN System Tbk (RUNS) menguat 8,47%, dan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) juga meroket dengan kenaikan 7,84%.
Saham–saham teknologi potensial lainnya juga ikut menguat, di antaranya saham PT Itsec Asia Tbk (CYBR) melesat 5%, saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) menguat 4,23%, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) mencatat kenaikan 2,63%.
Disusul oleh penguatan saham kesehatan, saham PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) menguat 24,7%, saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) melesat 7,86%, dan saham PT Mayapada Hospital Tbk (SRAJ) mencetak kenaikan 5,26%.
Adapun sentimen pemangkasan suku bunga The Fed, meredanya ketidakpastian politik global pasca–tarif Trump, jadi dorongan tersendiri terhadap kenaikan saham–saham teknologi.
Pengumuman data inflasi AS semalam memberi harapan cerah The Fed akan segera melangsungkan pemangkasan suku bunga pada rapat FOMC bulan September mendatang.
Dan bilamana The Fed benar–benar melakukan pemangkasan Fed Fund Rate, maka akan terbuka jalan bagi BI untuk kembali memangkas BI Rate
Mirae Asset Sekuritas
Seperti yang dilaporkan Bloomberg, inflasi inti AS meningkat signifikan pada Juli, mencapai laju tertinggi sepanjang tahun. Pasalnya, kenaikan harga jasa menambah kecemasan mengenai dampak tarif.
Menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) yang dirilis Selasa setempat, Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/ CPI) inti, tidak termasuk kategori makanan dan energi yang seringkali fluktuatif, mencatat kenaikan 0,3% dari Juni. Angka ini sesuai dengan estimasi ekonom. Secara tahunan, inflasi inti menguat menjadi 3,1%.
Data inflasi AS tadi malam hampir semuanya sesuai estimasi pasar sehingga memperkuat naskah pemangkasan bunga acuan Federal Reserve pada pertemuan bulan depan hingga respon para investor memandang bullish.
(fad)




























